Dedy Wahyudi Siapkan Konsep Malioboro Bengkulu di Jalan S. Parman
Malioboro Yogyakarta (foto: dok istimewa)

Dedy Wahyudi Siapkan Konsep Malioboro Bengkulu

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Malioboro Bengkulu. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengungkapkan rencananya untuk menyulap kawasan trotoar di Jalan S. Parman menjadi area wisata dan ekonomi kreatif ala Malioboro, Yogyakarta. Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan Perkumpulan Pekerja Seni Provinsi Bengkulu (PPSPB) di ruang Hidayah II, Kantor Walikota, Kamis (13/3/2025).

Menurut Dedy, trotoar di Jalan S. Parman akan diratakan agar terlihat lebih luas. Selain itu, kawasan tersebut akan dihiasi dengan lampu taman dan lampu hias untuk mempercantik pemandangan di malam hari menjadi malioboro Bengkulu.

“Di sepanjang Jalan S. Parman nanti kita rencanakan bikin ala Malioboro. Ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan tempat kumpul anak-anak muda. Maka kita akan bangun trotoar yang bagus biar kota kita kelihatan maju. Kita berikan lampu taman, lampu hias sehingga malam hari terlihat indah dan wajah kota berubah,” ujar Dedy.

Pemanfaatan Kawasan Malioboro Bengkulu oleh PPSPB

Dedy Wahyudi juga menginginkan agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Perkumpulan Pekerja Seni Provinsi Bengkulu (PPSPB) untuk mengadakan pertunjukan seni secara rutin. Hal ini diharapkan dapat menghidupkan kawasan tersebut dan menjadi pusat perputaran ekonomi baru di Kota Bengkulu.

“Setelah ini terimplementasi, PPSPB bisa memanfaatkan kawasan tersebut untuk membuat pertunjukan seni yang sudah terjadwal. Dengan begitu, ekonomi bisa berputar karena ada event-event menarik yang digelar,” tambah Dedy.

Penataan Kawasan Bundaran Fatmawati

Sesuai janjinya, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi telah melakukan penataan kawasan Bundaran Fatmawati, Simpang Lima Kota Bengkulu. Kini, Bundaran Fatmawati terlihat semakin indah dan cantik dibalut dengan warna merah putih yang melambangkan Kota Bengkulu sebagai Bumi Merah Putih.

Dedy Wahyudi Siapkan Konsep Malioboro Bengkulu di Jalan S. Parman

Masyarakat mengapresiasi respon cepat dari Walikota dan senang karena keinginan mereka diakomodir. Sebelumnya, Bundaran Fatmawati yang menjadi ikon Kota Bengkulu terlihat usang dan kurang terawat.

Saat melakukan pengecekan, Dedy menunjukkan semangat tinggi untuk menata Kota Bengkulu dan mengupayakan pengambilalihan Bundaran Fatmawati dari pihak yayasan dan pemerintah provinsi.

Menurut Dedy, keberadaan Monumen Fatmawati yang berada di jantung Kota Bengkulu seharusnya tampil menarik dan indah. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kawasan tersebut sebagai pusat kunjungan wisatawan dan menjadikannya Kota Merah Putih yang sesungguhnya.

Pesan Penutup

Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya kesolidan dan kerja sama dalam mewujudkan konsep ini. “Jangan sampai cuma semangat di awal saja, tapi tunjukkan kalau bapak-ibu bukan sekedar organisasi biasa,” pesannya.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *