Bengkulu – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bengkulu bersama Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam sejumlah wilayah. Bantuan logistik, penguatan dapur umum, hingga layanan kesehatan darurat mulai disalurkan ke kawasan terdampak sejak Senin (6/4/2026) hingga Selasa (7/4/2026).
BAZNAS Kota Bengkulu lebih dulu turun ke lapangan setelah menerima laporan kondisi warga yang terdampak banjir. Di bawah instruksi Ketua BAZNAS Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf, bantuan difokuskan ke dua dapur umum yang menjadi penopang kebutuhan konsumsi pengungsi.
Dua titik dapur umum yang menjadi prioritas berada di Jalan Merapi 12, Kelurahan Kebun Tebeng, serta Perumahan Ejuka, Kelurahan Bentiring Permai. Kedua lokasi itu menjadi pusat pengolahan makanan bagi ratusan warga yang terdampak banjir.
“Begitu mendapat laporan terkait kondisi warga di lapangan, kami langsung bergerak. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan dapur umum memiliki stok bahan pangan yang cukup agar konsumsi warga terdampak tetap terjamin selama masa darurat,” kata Habib Abdurahman Alkaf.
Bantuan yang disalurkan BAZNAS terdiri dari beras, paket sembako lengkap, hingga mie instan. Logistik tersebut diserahkan langsung kepada petugas posko dan relawan yang mengelola dapur umum di Kebun Tebeng dan Bentiring Permai.
Menurut Habib Abdurahman, kehadiran BAZNAS di tengah bencana merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kepentingan kemanusiaan. Ia menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kota serta instansi terkait.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi. BAZNAS akan selalu siap hadir di garis depan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu juga mempercepat penanganan banjir di sejumlah titik, termasuk di RT 17 Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Selasa (7/4/2026). Melalui Dinas Sosial, bantuan logistik langsung disalurkan kepada warga terdampak.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Abriadi mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan instruksi langsung Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing. Paket bantuan yang diberikan mencakup sembako, perlengkapan mandi, serta kebutuhan darurat lainnya.
“Seluruh OPD diminta bersinergi untuk memastikan warga terdampak banjir mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Abriadi di lokasi.
Selain distribusi bantuan, pemerintah juga mendirikan dapur umum di sejumlah titik strategis untuk menjamin kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat. Langkah ini diambil seiring meluasnya genangan yang dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu membuka pos pelayanan kesehatan gratis di beberapa wilayah terdampak, termasuk Sukamerindu. Petugas kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang kerap muncul setelah banjir.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati mengatakan tenaga medis saat ini sudah bersiaga di pos layanan. Ia meminta warga mewaspadai penyakit seperti flu, demam, malaria, dan diare yang rawan muncul saat kondisi banjir.
“Saat ini petugas standby di pos kesehatan untuk mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat,” kata Nelli.
Kondisi di Kebun Tebeng, Bentiring Permai, hingga Rawa Makmur menjadi perhatian serius karena luapan air merendam permukiman dan mengganggu aktivitas warga. Pemerintah dan BAZNAS sama-sama mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca di Kota Bengkulu dan sekitarnya masih berpotensi hujan.





