Akun TikTok Dedy Wahyudi Palsu Beredar, Pemkot Bengkulu Minta Warga Waspada

Bengkulu – Kemunculan akun TikTok Dedy Wahyudi palsu membuat Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Peringatan ini disampaikan setelah ditemukan akun TikTok Dedy Wahyudi palsu dengan nama pengguna @Dr. Dedy Wahyudi Bz.Se.MM yang mengatasnamakan Wali Kota Bengkulu. Pemerintah memastikan akun tersebut bukan milik resmi kepala daerah tersebut.
Pelaksana Tugas Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan bahwa akun tersebut merupakan akun palsu yang dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai pesan atau konten yang disampaikan melalui akun tersebut, terlebih jika disertai komunikasi langsung melalui pesan pribadi.
Ia menjelaskan, akun tersebut menggunakan nama lengkap serta foto Wali Kota Bengkulu untuk menarik perhatian dan mengelabui pengguna media sosial.
Karena itu, Pemerintah Kota Bengkulu meminta masyarakat segera melaporkan atau melakukan report terhadap akun TikTok Dedy Wahyudi palsu tersebut kepada pihak TikTok.
“Diberitahukan untuk rekan semua, ini akun fake yang menyerupai akun TikTok Walikota Bengkulu. Bila ada konten yang aneh atau melecehkan, itu bukan Pak Walikota. Sebarkan ini dan laporkan ke pihak TikTok,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bengkulu juga menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait kegiatan Wali Kota hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah daerah atau melalui akun pribadi yang telah terverifikasi.
Masyarakat diharapkan lebih teliti dalam menyaring informasi di media sosial agar tidak menjadi korban penipuan maupun penyebaran informasi palsu atau hoaks.
Kasus penyalahgunaan identitas pejabat publik di media sosial sebelumnya juga pernah terjadi di Bengkulu. Pada April 2025 lalu, beredar video di TikTok yang menampilkan sosok mirip Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang mengajak masyarakat membeli sepeda motor dengan harga murah.
Video tersebut diduga merupakan hasil manipulasi teknologi deepfake yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat wajah dan suara seseorang tampak seolah-olah asli.
Menanggapi kejadian itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Partai Amanat Nasional, Teuku Zulkarnain, menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan bentuk penipuan yang harus diwaspadai masyarakat.
“Ini jelas penipuan. Tokoh nasional seperti Prabowo dan Gibran pun pernah jadi korban. Masyarakat harus waspada,” tegas Teuku Zulkarnain.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap konten yang mengatasnamakan pejabat publik, terutama jika berkaitan dengan transaksi atau tawaran tertentu.
“Jangan langsung percaya. Laporkan jika mencurigakan,” tutup Teuku Zulkarnain.
Dengan maraknya penyalahgunaan identitas di dunia digital, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam memverifikasi informasi agar tidak terjebak dalam praktik penipuan di media sosial, termasuk yang memanfaatkan akun TikTok Dedy Wahyudi palsu.






