Catatan Riswan
REFORMASI memang tak lagi turun ke jalan, saat itu Rabu pagi, 21 Januari 2026, sekira pukul 08.55 WIB, telepon dari Kak Teuku Zulkarnain, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, masuk ke ponsel Saya. Isinya singkat tapi berbobot memastikan kesiapan rencana pertemuan para Aktivis 1998 Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam Forum Aktivis 98 Bengkulu.
Forum yang diketuai langsung oleh Teuku Zulkarnain ini tengah menyiapkan agenda besar silaturahim sekaligus partisipasi aktif dalam pembangunan Provinsi Bengkulu. Pertemuan ini bukan nostalgia semata bukan pula ajang lomba mengingat spanduk dan yel-yel lama melainkan upaya menghidupkan kembali peran strategis aktivis reformasi dalam ruang kebijakan. Terlebih, Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE merupakan salah satu aktivis demonstran 1998, yang dulu bersuara di jalanan dan kini memimpin dari ruang pemerintahan.
Menindaklanjuti telepon tersebut, Saya kemudian menghubungi Halid Syaifullah, kawan seperjuangan semasa kuliah yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Aktivis 98 Bengkulu. Komunikasi berlanjut ketika Agustam Rachman turut menghubungi saya untuk membahas persiapan teknis dan arah pertemuan forum. Sinyalnya jelas ini bukan wacana dadakan, tapi konsolidasi serius.














