Bengkulu – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan program one OPD one event nasional resmi diterapkan mulai saat ini, Rabu 20 Agustus 2025.
Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyiapkan agenda berskala nasional untuk mendorong kemajuan Kota Bengkulu, baik di bidang ekonomi, budaya, pariwisata, maupun sektor lainnya.
“Program ini berlaku sejak saya sampaikan. Artinya, mulai sekarang OPD harus memikirkan apa event yang akan digelar. Tahun 2026 pelaksanaannya harus sudah berjalan,” ujar Dedy.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak semata ditentukan oleh anggaran, melainkan kreativitas. Ia mencontohkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berpeluang mengusulkan pertemuan atau HUT Damkar se-Indonesia digelar di Bengkulu.
“Kalau Damkar bisa meyakinkan Dirjen, acara itu bisa diadakan di sini. Coba bayangkan, jika setiap kota mengirimkan 10 orang saja, sudah ribuan yang datang. Ini jelas potensi besar,” tegasnya.
Hal serupa juga diharapkan pada OPD lain seperti Dinas Kominfo. Minimal, kata Dedy, kegiatan bisa meniru program GEMPALA (Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa) yang melibatkan provinsi tetangga dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Selain menggerakkan OPD, Walikota juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar Bengkulu dipercaya menjadi tuan rumah rapat berskala nasional.
“Kemarin saya bertemu dengan Pak Harahap, saya minta Rakor KPU se-Indonesia dilaksanakan di Kota Bengkulu. Kalau satu tim KPU terdiri dari tiga orang dikali 38 provinsi, tentu jumlah yang hadir akan sangat besar,” jelasnya.
Dedy menegaskan tujuan utama program ini agar Bengkulu semakin dikenal luas dan menjadi destinasi favorit wisatawan.
“Saya ingin kota ini ramai dikunjungi. Karena itu, Pantai Panjang dan Danau Dendam Tak Sudah kita tata. Pedagang oleh-oleh saya minta lebih ramah, begitu juga rumah makan harus memberi harga yang wajar. Kalau semua ini dijalankan, orang akan datang, berbelanja, dan ekonomi berputar,” tutupnya.





