Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Viral! Mian Ditarik Paksa Oleh Paspampers Saat di Pasar Purwodadi, Bengkulu Utara

×

Viral! Mian Ditarik Paksa Oleh Paspampers Saat di Pasar Purwodadi, Bengkulu Utara

Sebarkan artikel ini
Mian Ditarik Paksa
Viral! Mian Ditarik Paksa Oleh Paspampers Saat di Pasar Purwodadi, Bengkulu Utara

Mian Ditarik Paksa oleh Paspampres untuk Keamanan Jokowi di Pasar Purwodadi Kisah menarik terjadi di Pasar Purwodadi, Kabupaten Bengkulu Utara, saat Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan kegiatan pada Jumat (21/7) lalu. Bupati Mian yang mendampingi Jokowi terlihat berjalan di sisi kiri Presiden di tengah kerumunan warga yang ramai ingin mendekati Jokowi. Untuk menjaga keamanan, Paspampres akhirnya harus menarik paksa Bupati Mian agar menjaga jarak dengan Presiden. Video kejadian tersebut viral di media sosial.

Dalam suatu insiden di Pasar Purwodadi, terlihat Mian ditarik paksa dengan pria berkemeja hitam yang sedang mengawal Ibu Negara Iriana. Tiba-tiba, seorang pria berkemeja merah dengan paksa menarik Mian, namun pria berkemeja hitam segera menahan Mian agar tidak jatuh.

Perhatian Jokowi Terhadap Mian yang Tertarik Perhatian Jokowi langsung tertuju pada momen tersebut. Ketika berada di depan, Jokowi melihat Mian hampir terjatuh dan melihat ke arahnya. Tangan kanan Jokowi tampak bergerak, seolah-olah meminta agar peristiwa itu dihentikan.

Bupati Mian Menanggapi Insiden tersebut, Bupati Mian akhirnya buka suara. Dia mengatakan bahwa dia tidak mempermasalahkan peristiwa yang terjadi. Saat ini, belum ada penjelasan mengenai siapa orang yang menariknya.

“Ditarik atau tidak, tidak masalah bagi saya. Yang terpenting adalah bisa mendapatkan dukungan program dari pusat untuk Kabupaten Bengkulu Utara,” ungkap Mian.

Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Bey menjelaskan bahwa tindakan Paspampres menarik Bupati Mian dilakukan karena Mian tanpa sengaja menghalangi pergerakan Ibu Negara Iriana yang berjalan di belakangnya.

“Dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan, seorang Paspampres secara refleks menarik lengan Bupati Bengkulu Utara agar menjaga jarak sehingga tidak membahayakan langkah Presiden dan Ibu Negara yang sedang dikerumuni masyarakat,” ungkap Bey dalam keterangan tertulis pada Minggu (23/7).

Bey memberikan penjelasan yang sebenarnya terjadi dalam kejadian tersebut. Dia menyatakan bahwa anggota Paspampres sebenarnya menarik Mian, kemudian merangkulnya, dan membisiki bahwa langkahnya tanpa sengaja hampir menabrak Ibu Negara Iriana. Namun, momen saat Mian dirangkul tidak tertangkap kamera sehingga yang terlihat hanya ketika anggota Paspampres terlihat seperti menarik paksa agar menjaga jarak.

“Dalam konteks lain, Bupati Bengkulu Utara sebenarnya menyampaikan rasa terima kasih atas kesigapan Paspampres yang telah menariknya, sehingga sebenarnya ia dibantu dan diamankan agar tidak sampai menabrak Ibu Negara karena terdesak oleh kerumunan,” ungkap Bey.

Lanjutan dari penjelasan Bey, dia juga menambahkan bahwa peran Paspampres dalam menjaga keamanan dan keselamatan Presiden dan Ibu Negara sangatlah penting. Tindakan refleks yang dilakukan anggota Paspampres untuk menjaga jarak antara Bupati Mian dan Ibu Negara Iriana merupakan bagian dari protokol keamanan yang ketat dalam menghadapi situasi yang potensial berbahaya.

Bey mengungkapkan, “Kami ingin menegaskan bahwa Paspampres selalu berada dalam kesiapsiagaan penuh untuk melindungi dan menjaga keselamatan Presiden, Ibu Negara, serta para pejabat yang mendampingi. Apapun tindakan yang dilakukan oleh anggota Paspampres dilandasi oleh tujuan menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap situasi, termasuk momen yang terlihat dalam video tersebut.”

Bupati Mian juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja Paspampres dan memahami pentingnya langkah-langkah keamanan yang diambil untuk melindungi Presiden dan Ibu Negara dari potensi bahaya.

Dengan penjelasan dari Bey dan pemahaman Bupati Mian, insiden tersebut menjadi lebih jelas dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut. Semua pihak mengakui pentingnya menjaga keamanan dalam setiap kesempatan yang melibatkan pejabat negara seperti Presiden dan Ibu Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *