Bengkulu – Pelaksanaan Uji Takjil Ramadan Bengkulu digelar Pemerintah Kota Bengkulu bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat guna memastikan makanan berbuka puasa yang dijual di pasar dadakan aman dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan di Pasar Panorama dan kawasan Belungguk Point, depan Bank BRI, Jumat (27/2/26).
Langkah Uji Takjil Ramadan Bengkulu ini menyasar jajanan yang banyak diburu warga selama Ramadan. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turut hadir saat pengambilan sampel di Belungguk Point, didampingi sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Dandim 0407/Kota Bengkulu.
“Hari ini saya berada di pasar kaget yang menjual buka puasa, khususnya yang berada di kawasan Belungguk. Ini memang tradisi tahunan di depan Bank BRI, sejak dulu orang sudah biasa berjualan takjil di sini, bahkan sejak saya masih SD,” ujar Dedy.
Ia menegaskan pemerintah berkewajiban menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Sampel diambil secara acak, terutama pada produk yang dinilai mencurigakan dari segi warna maupun tekstur.
“Tadi sudah dicek secara acak sampelnya oleh BPOM, terutama yang mencurigakan seperti warna merah yang terlalu ketara atau pempek yang kenyalnya mencurigakan. Alhamdulillah, setelah dicek ada kue, jeli, minuman, semuanya aman dikonsumsi. Jangan ragu,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menyebut pengambilan sampel dilakukan mendadak tanpa pemberitahuan kepada pedagang.
“Alhamdulillah tadi diambil sampel secara dadakan, dari goreng-gorengan, kue, jeli, hingga minuman-minuman. Hasilnya tidak ada yang mengandung bahan berbahaya,” jelas Alex.
Kepala BPOM Bengkulu, Kodon Tarigan, memaparkan terdapat 10 jenis sampel yang diuji menggunakan parameter cepat, meliputi uji formalin, rodamin, boraks, dan metanil yellow.
“Pengujian dilakukan untuk memastikan produk pangan tidak mengandung bahan berbahaya. Tes yang digunakan meliputi tes formalin, rodamin, boraks, dan metanil yellow. Hasilnya seluruhnya negatif,” paparnya.
Sebelum kegiatan tersebut, BPOM juga telah melakukan pemantauan di berbagai titik dengan total 78 sampel.
“Dari total 78 sampel tersebut, seluruhnya memenuhi persyaratan dan dapat dikategorikan aman,” ujarnya.
Kodon menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BPOM, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan selama Ramadan.
“Kita bersama-sama bersinergi memberikan perlindungan kepada pelaku usaha UMKM dan masyarakat. Walaupun ini pasar tahunan atau dadakan, tetap harus mengedepankan perlindungan konsumen dan pelaku usaha,” tutupnya.
Terpisah, usai melaksanakan salat Tarawih di Masjid Al Muttaqien Kelurahan Malabero, Dedy Wahyudi meninjau pusat kuliner malam di Pasar Barukoto I. Ia menyebut penataan kawasan tersebut telah mencapai 70 persen dan akan dilanjutkan dengan penyeragaman meja kursi serta penambahan lampu hias.
“Ini baru selesai 70 persen, nanti di sini kami akan cari pihak ketiga atau nanti kita anggarkan, tapi saya belum janji ya, tapi kurang lebih nanti akan kita bikin seragam semua meja dan kursinya,” ujar Dedy.
Ia juga merencanakan penataan pohon dan penambahan elemen estetika kawasan.
“Pohon di sini kita akannkasih lampu juga, Ada juga lampu taman, kemudian nanti yang pas dinding itu kita bikin tempat tangga, tempat orang nongkrong sana, ada tulisan besar, Bengkulu Heritage,” jelas Dedy.
Di lokasi tersebut, seorang pedagang bernama Hamdani mengaku bersyukur atas perubahan kondisi pasar yang kini lebih tertata.
“Kami sempat protes ya sebelumnya saya ngirim video ke pak wali tolong pasar Barukoto I dibangun dan ditata. Alhamdulillah, ternyata dipenuhi oleh walikota. Terima kasih pak walikota,” ucapnya.
Melalui rangkaian Uji Takjil Ramadan Bengkulu dan penataan pusat kuliner, pemerintah kota menegaskan komitmen menjaga keamanan pangan sekaligus mendukung kenyamanan pelaku usaha dan masyarakat selama Ramadan.





