Bengkulu – RSUD dr. M. Yunus Bengkulu bergerak cepat mengatasi krisis bahan medis habis pakai (BMHP) hemodialisis dengan menjemput langsung logistik menggunakan ambulans, sehingga layanan cuci darah yang sempat tertunda kembali normal.
Langkah darurat ini diambil setelah pengiriman BMHP mengalami kendala dan tidak mendapat respons dari pihak ekspedisi hingga Kamis siang (16/4).
Direktur RSUD dr. M. Yunus, Hery Kurniawan, mengatakan pihaknya langsung melakukan pelacakan posisi barang melalui sistem GPS dan menemukan lokasi BMHP berada di wilayah Seluma.
“Karena proses pengiriman mengalami kendala dan belum ada respons dari pihak ekspedisi, kami berinisiatif menjemput langsung BMHP tersebut menggunakan ambulans rumah sakit,” ujarnya.
Keputusan cepat tersebut diambil untuk memastikan pelayanan hemodialisis dapat segera berjalan kembali pada hari yang sama, mengingat prosedur cuci darah tidak dapat ditunda bagi pasien gagal ginjal.
Sebelumnya, gangguan distribusi logistik sempat berdampak pada tertundanya layanan bagi puluhan pasien. Sekitar 50 pasien yang terbagi dalam dua sesi, pagi dan siang, terpaksa pulang tanpa mendapatkan tindakan medis.
Seperti diberitakan media lokal, kondisi tersebut dipicu keterlambatan pengiriman BMHP yang sudah dipesan sejak sepekan sebelumnya, ditambah lonjakan pasien rujukan dari rumah sakit lain.
Wakil Direktur Keuangan RSUD dr. M. Yunus, Eri Murianto, menyebut kendala utama memang berada pada distribusi logistik.
“Terkendala pengiriman saja, sudah kita pesan satu minggu lalu. Ini juga ada lonjakan layanan dari limpahan rumah sakit lain,” katanya.
Situasi ini turut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu. Sekretaris Daerah Herwan Antoni bersama Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Nelly Alesa melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit guna memastikan pelayanan segera pulih.
Manajemen RSUD dr. M. Yunus memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempercepat proses pemesanan dan pengawasan distribusi, agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan ketersediaan BMHP yang kembali terpenuhi, layanan hemodialisis kini dipastikan berjalan normal kembali bagi seluruh pasien.





