PT Kereta Api Indonesia Terus Genjot Investasi di Sumbagsel
PT Kereta Api Indonesia Terus Genjot Investasi di Sumbagsel - Foto Dok Detik

PT Kereta Api Indonesia Terus Genjot Investasi di Sumbagsel

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Pengembangan prasarana secara keseluruhan dibagi menjadi tiga segmen utama, yaitu lintas Lahat – Kertapati, lintas Prabumulih – Tegineneng, dan lintas Tegineneng – Tarahan. Saat ini, beberapa sektor prasarana telah selesai dikerjakan sebagai bagian dari upaya pengembangan ini. Beberapa di antaranya termasuk pembangunan Stasiun Baru Melawai dan Container Yard (CY), menghidupkan Stasiun Merapi dan CY, pembangunan persinyalan Elektrik antara Stasiun Muaraenim – Stasiun Prabumulih X6, Double Track antara Stasiun Tigagajah – Stasiun Lubukbatang, dan pembangunan jalur I overcaping mesin bubut Stasiun Simpang.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menjelaskan bahwa proyek pembangunan ini juga berperan penting dalam mendukung Proyek Strategis Nasional yang telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2020, tanggal 17 November 2020. “Proyek pembangunan di sektor Kereta Api Logistik Lahat – Muara Enim – Prabumulih – Tarahan / Lampung dan Prabumulih – Kertapati / Palembang merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional. Sebagai bagian dari komitmen kami, KAI akan bekerja sama dengan stakeholder lainnya untuk menyelesaikan proyek ini dengan sebaik-baiknya,” kata Didiek.

Dalam tahap penyelesaian, beberapa proyek prasarana yang tengah dikerjakan adalah penataan prasarana pendukung seperti loading dan unloading batubara pada lintas dari Kertapati hingga Lahat. Selain itu, pembangunan fasilitas perawatan sarana prasarana perkeretaapian juga menjadi bagian penting dari pengembangan ini. Double track pada lintas Tanjung Enim – Prabumulih – Kertapati juga sedang dibangun lengkap dengan Fasilitas Operasi Kereta Api yang mendukung. KAI juga memberikan perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia dengan rekrutmen yang berkelanjutan dari tahun 2020 hingga 2025.

Dalam hal sarana, KAI telah mendatangkan 36 unit lokomotif dan 981 gerbong datar dari tahun 2020 hingga 2022. Upaya ini sebagai bagian dari langkah untuk menghadapi tugas yang semakin besar dalam pengangkutan batu bara. KAI juga berencana untuk terus mendatangkan lebih banyak lokomotif dan gerbong datar hingga tahun 2027 guna mencapai target yang telah ditetapkan.

Sementara dalam sektor angkutan batu bara, KAI telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020, KAI mengangkut 32,6 juta ton batu bara, meningkat menjadi 38,3 juta ton pada tahun 2021, dan mencapai 45,4 juta ton pada tahun 2022. Hingga Oktober 2023, KAI telah mengangkut sekitar 41,9 juta ton batu bara. Pada tahun 2027, perusahaan ini menargetkan meningkatkan angkutan batu bara hingga sekitar 84,1 juta ton.

Gambar Gravatar
Penulis berita daerah yang rutin mengulas perkembangan regional, kabar masyarakat, dan berbagai peristiwa lokal secara cepat, akurat, dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *