Alaku

Pro dan Kontra Pinjaman Rp2 Triliun, Ini Pendapat DPRD Provinsi Bengkulu

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain saat diwawancarai di ruang rapat DPRD, Senin (25/8/25)(foto: Ardiyanto/repoeblik.com)

Bengkulu – Rencana Pemerintah Provinsi Bengkulu mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun ke Bank Jawa Barat (BJB) mendapat sorotan DPRD Provinsi Bengkulu. Masalah utama yang disoroti adalah keterbatasan anggaran daerah untuk membangun infrastruktur, khususnya jalan, sehingga proyek berjalan lambat dan tidak merata.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menjelaskan, kebutuhan pembangunan jalan di provinsi ini mencapai Rp2,5 triliun, namun anggaran tahunan yang tersedia hanya sekitar Rp500 miliar.

“Kalau setiap tahun hanya menganggarkan 500 miliar, maka pembangunan jalan baru selesai 5 tahun. Dengan pinjaman Rp2 triliun, pembangunan bisa selesai 1-2 tahun saja. Jadi seluruh jalan provinsi bisa kita serentakkan, tinggal kita nyicil pinjaman saja,” ujar Zulkarnain.

Sebelumnya, pinjaman yang direncanakan untuk pembangunan jalan, jembatan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengadaan ambulans gratis itu dianggap sebagian pihak sebagai langkah percepatan pembangunan. Namun, di sisi lain, masyarakat di media sosial melontarkan kritik tajam.

1 2

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan