Di sisi lain, untuk mempertahankan unggulannya di Dapil Sumsel I, Ganjar Pranowo harus mampu memaksimalkan dukungan dari pemilih Jawa transmigran sebagai basis elektoralnya. Jumlah masyarakat etnis Jawa di Sumsel terbilang cukup besar, mencapai 2,6 juta orang, sehingga menjadi kelompok yang signifikan dalam perhitungan suara.
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, salah satu perhatian utama adalah peran Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, dalam perebutan suara di Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut pengamat politik, Bung FK, Anies Baswedan memiliki potensi unggul di kalangan masyarakat etnis lokal, terutama di antara kelompok Melayu dan kalangan dari Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun ini adalah “debut” Anies dalam Pilpres, namun Bung FK memprediksi bahwa ia bisa mempengaruhi basis suara Prabowo Subianto, terutama jika mampu menarik pemilih dari segmen etnis lokal di Sumsel.
Menurut Bung FK dilangsir detik news, “Etnis lokal Sumsel lebih dominan memilih sosok Anies dan Prabowo ketimbang Ganjar. Tidak heran jika munculnya Anies bisa mengancam basis Prabowo pada Pilpres lalu, karena memiliki karakter irisan elektoral yang sama, yakni dominan di etnis lokal Sumsel.” Dengan karakteristik yang serupa antara Anies dan Prabowo dalam menarik dukungan etnis lokal, Anies dapat menjadi pesaing yang signifikan dalam merebut suara di Sumsel, terutama di kalangan kelompok Melayu dan kalangan NU.
Basis suara ini, lanjutnya, terutama berada di Palembang, ibu kota provinsi Sumsel. Palembang memiliki persentase pemilih yang paling besar di seluruh provinsi ini, sehingga menjadi lokasi strategis dalam perebutan suara para calon presiden. Dengan kepemimpinan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia telah membangun citra yang kuat di tingkat nasional dan menjadi tokoh yang cukup dikenal di seluruh Indonesia. Hal ini bisa menjadi salah satu aset utama yang dapat digunakan oleh Anies dalam upayanya untuk memengaruhi basis suara Prabowo, terutama di wilayah Sumsel.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





