Sumatera Selatan, Alaku News – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah mengambil langkah strategis dalam upaya penanganan kabut asap yang kembali mengepung wilayah Palembang. Salah satu langkah penting yang diambil Pemprov Sumsel adalah memperpanjang operasional Tempat Pelayanan Terpadu (TMC) untuk memberikan layanan informasi dan penanggulangan terhadap dampak kabut asap tersebut.
Penyelenggaraan TMC yang diperpanjang merupakan salah satu tindakan responsif dari Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menghadapi permasalahan kabut asap yang semakin parah. Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, menjelaskan bahwa kabut asap yang saat ini melanda wilayah Palembang merupakan dampak dari musim terkait dengan fenomena El Nino yang berdampak serius pada kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Agus Fatoni dilangsir DetikSumbagsel, “Asap ini kalau kita lihat ini periodisasinya itu 4 tahunan, kenapa 4 tahunan? karena terkait dengan iklim El Nino yang sangat panas. Panas ini kemudian memicu untuk terjadinya kebakaran baik di hutan, lahan maupun kebun, namun yang tidak kalah penting kebakaran itu terjadi juga antara lain karena perilaku manusia membakar.”
Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, dengan tegas mengutuk perilaku manusia yang membakar hutan, yang telah menjadi salah satu penyebab utama kabut asap di wilayah Palembang. Agus Fatoni juga memberikan seruan kuat kepada masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran, dengan menekankan bahwa dampak buruk dari kebakaran hutan sangat luas, mencakup masalah perekonomian, pariwisata, dan masalah kesehatan seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Saya mengimbau agar kita semua menghentikan pembakaran, karena dampaknya seperti ini cukup panas asapnya dan banyak berdampak pada kesehatan (ISPA), pariwisata, transportasi udara, ekonomi, investasi, dan berdampak pada nama baik,” ujar Agus Fatoni.





