foto mobil dinas bernomor polisi BD 1058 EY yang viral di media sosial setelah terparkir di kawasan Pantai Panjang pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah
foto mobil dinas bernomor polisi BD 1058 EY yang viral di media sosial setelah terparkir di kawasan Pantai Panjang pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah (dok:istimewa)

Sehmi Klarifikasi Mobil Dinas Viral di Pantai Panjang Saat Malam Takbiran

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu Sehmi Al Nur buka suara terkait foto mobil dinas bernomor polisi BD 1058 EY yang viral di media sosial setelah terparkir di kawasan Pantai Panjang pada malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menegaskan kendaraan tersebut berada di lokasi dalam rangka tugas pengawasan, bukan untuk kepentingan pribadi.

Foto mobil dinas itu sebelumnya menjadi sorotan karena disebut terparkir di depan warung remang-remang di kawasan depan Hotel Sinar Biokas, Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Keberadaan kendaraan dinas di area yang berdekatan dengan lokasi hiburan malam sempat memicu spekulasi negatif dari publik.

Menanggapi polemik tersebut, Sehmi menyatakan dirinya datang ke kawasan Pantai Panjang usai mengikuti kegiatan takbiran yang digelar Pemerintah Kota Bengkulu. Menurut dia, kehadirannya berkaitan langsung dengan tugas pembinaan dan pengawasan pedagang di kawasan wisata yang diprediksi ramai saat libur Lebaran.

“Memang benar kendaraan dinas itu berada di lokasi. Saya ke sana usai mengikuti kegiatan takbiran. Namun, itu dalam rangka menjalankan tugas pembinaan pedagang di Pantai Panjang, bukan kegiatan di luar kedinasan,” kata Sehmi dalam keterangannya, Minggu (22/3/26).

Ia menjelaskan, sebagai Asisten II yang membidangi sektor ekonomi dan pembangunan, sekaligus Ketua penataan Pantai Panjang, dirinya memiliki tanggung jawab untuk memantau aktivitas usaha di kawasan tersebut. Pemantauan lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil menjelang lonjakan kunjungan wisatawan selama libur hari raya.

Menurut Sehmi, ada tiga hal yang menjadi fokus saat turun ke lokasi. Pertama, menggali kesiapan pedagang dalam menyambut wisatawan, kemudian memastikan tidak ada peredaran minuman keras di area wisata, serta menjaga situasi Pantai Panjang tetap aman dan kondusif bagi masyarakat.

“Saya bertemu dengan pedagang binaan Pemkot untuk menggali informasi,” ujar Sehmi.

Ia juga menegaskan pengawasan itu merupakan bagian dari upaya penertiban terhadap potensi pelanggaran di lapangan, termasuk jika ditemukan pedagang yang menjual minuman keras atau barang terlarang lainnya. Langkah tersebut, kata dia, sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bengkulu yang belakangan gencar melakukan penertiban penyakit masyarakat selama Ramadan.

Di sisi lain, Sehmi menyayangkan berkembangnya opini di media sosial dan sejumlah pemberitaan yang menurutnya muncul tanpa klarifikasi lebih dulu. Ia menilai informasi yang beredar telah membentuk persepsi negatif yang merugikan dirinya secara pribadi maupun mencoreng nama instansi.

“Pentingnya prinsip keberimbangan agar setiap informasi yang diterima publik benar-benar berpijak pada fakta yang utuh,” ujarnya. “Seharusnya dilakukan konfirmasi agar informasi yang disampaikan berimbang.”

Sebelumnya, peristiwa mobil dinas parkir di depan warung remang-remang di Kota Bengkulu menjadi sorotan publik usai viral di media sosial sesaat setelah malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Seperti dilansir di beberapa media lokal, keberadaan mobil dinas tersebut memunculkan pertanyaan soal penggunaan kendaraan negara, terlebih di tengah gencarnya sweeping penertiban oleh Pemkot Bengkulu.

Saat ini, Pemerintah Kota Bengkulu disebut terus memperkuat pengawasan di titik-titik keramaian, terutama di kawasan Pantai Panjang. Langkah itu dilakukan untuk memastikan aktivitas wisata selama libur Lebaran berjalan tertib, aman, dan tetap dalam pengawasan pemerintah daerah.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *