Rejang Lebong – Pelajar asal Kabupaten Lebong yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Kaba akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Tim SAR gabungan berhasil menemukan AB (16) pada Senin, 19 Januari 2026, setelah dilakukan pencarian intensif sejak laporan orang hilang diterima.
AB ditemukan dalam posisi terduduk lemas di bawah sebuah pohon, sekitar 50 meter dari jalur pendakian atau kurang lebih 400 meter dari puncak Gunung Kaba. Kondisi tersebut membuat tim SAR harus bergerak cepat melakukan evakuasi guna mencegah risiko kesehatan yang lebih serius.
“Hasil pencarian tim SAR gabungan, korban ditemukan dalam keadaan lemas. Setelah itu langsung dievakuasi ke Pos Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kaba,” ujar Humas SAR Provinsi Bengkulu, Mega Maysilva, saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Menurut Mega, korban mengalami dehidrasi akibat kelelahan dan keterbatasan logistik selama berada di kawasan gunung. Selain itu, AB diketahui baru pertama kali melakukan pendakian di Gunung Kaba sehingga belum memahami dengan baik jalur pendakian yang ada. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab korban terpisah dari rombongan dan kesulitan menemukan jalan kembali.
Setelah berhasil dievakuasi ke Pos Pokdarwis, Abim kemudian dibawa ke Puskesmas Sumber Urip untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Tim medis memastikan kondisi korban stabil setelah mendapatkan penanganan awal, termasuk pemberian cairan untuk mengatasi dehidrasi.
Sebelumnya, AB dilaporkan hilang sejak Sabtu sore, 17 Januari 2026. Korban diketahui mendaki bersama beberapa rekannya, namun hingga sore hari belum juga turun dari gunung, sementara rekan-rekannya telah lebih dahulu kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang, pemahaman jalur pendakian, serta pendampingan yang memadai, khususnya bagi pendaki pemula, demi keselamatan selama beraktivitas di alam terbuka.







