Kuota Pertalite Bengkulu Dipangkas 8,5 Persen, Pemprov Masih Tunggu Tambahan BBM

Bengkulu – Kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Provinsi Bengkulu pada 2026 turun 21.501 kiloliter (KL) dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi Bengkulu masih menunggu kepastian tambahan alokasi yang telah diajukan untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga akhir Desember 2026.
Berdasarkan alokasi yang ditetapkan, kuota Pertalite Bengkulu tahun ini mencapai 231.356 KL, berkurang dari 252.857 KL pada 2025. Penurunan tersebut setara sekitar 8,5 persen dan menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kebutuhan BBM masyarakat yang harus terpenuhi hingga penghujung tahun.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico, mengatakan pemerintah daerah telah mengajukan penambahan kuota sejak 26 Agustus 2026. Dalam usulan itu, Pemprov Bengkulu meminta tambahan alokasi sekitar 15 hingga 20 persen untuk mengantisipasi kebutuhan sampai akhir tahun.
“Pengajuan sudah kami layangkan sejak 26 Agustus. Kami mengusulkan penambahan sekitar 15 sampai 20 persen, tetapi hasil yang diterima belum sesuai harapan,” kata Rico, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rico, pembahasan terkait tambahan kuota telah dilakukan, tetapi keputusan final mengenai jumlah alokasi yang akan diberikan masih ditunggu. Kepastian tambahan tersebut diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengantisipasi kebutuhan BBM bersubsidi secara lebih optimal.
Berbeda dengan Pertalite, kuota Biosolar di Bengkulu justru mengalami peningkatan. Setelah mendapat tambahan sekitar 1.588 KL, alokasi Biosolar kini tercatat mencapai 107.246 KL, dari kuota sebelumnya yang berada pada kisaran 105.658 KL hingga 105.713 KL.
Meski demikian, kebutuhan Biosolar di Bengkulu juga tergolong besar, dengan rata-rata konsumsi mencapai 344 KL per hari. Karena itu, ketersediaan stok dan kelancaran distribusi tetap menjadi perhatian agar kebutuhan pengguna BBM bersubsidi dapat terpenuhi.
Rico mengakui penurunan kuota Pertalite membuat pemerintah daerah perlu mencermati kondisi pasokan hingga Desember. Namun, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru khawatir karena Pertamina telah berkomitmen menyediakan BBM bersubsidi sampai akhir tahun.
“Memang kuota kita turun dan stok sangat terbatas. Namun, komitmen Pertamina tetap harus menyediakan BBM bersubsidi sampai akhir Desember,” tegasnya.
Pemprov Bengkulu berharap koordinasi dengan pihak terkait terus diperkuat untuk memperoleh solusi atas keterbatasan alokasi. Pemerintah daerah juga berharap pasokan Pertalite dan Biosolar tetap terjaga agar aktivitas ekonomi, transportasi, dan mobilitas masyarakat tidak terganggu hingga pergantian tahun.







