Alaku

Kuota Bio Solar Bengkulu Bertambah 1.588 KL, Distribusi Harian Naik Jadi 344 KL

Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana (dok:istimewa)

BengkuluPemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pasokan Bio Solar bersubsidi bertambah setelah PT Pertamina (Persero) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengalokasikan tambahan kuota sebesar 1.588 kiloliter (KL) untuk Juli 2026. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Dengan tambahan itu, total kuota Bio Solar untuk Bengkulu meningkat dari 105.658 KL menjadi 107.246 KL. Sementara penyaluran harian kini bertambah menjadi 344 KL per hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan tambahan alokasi dari BPH Migas menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi di wilayah Bengkulu.

“Alhamdulillah, Bengkulu mendapat tambahan kuota dari BPH Migas. Dengan begitu, penyaluran Bio Solar kini mencapai 344 KL per hari,” ujar Rico, Jumat (10/7/2026).

Rico menegaskan antrean panjang yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan terganggunya distribusi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, penyaluran Bio Solar tetap berjalan normal sesuai jadwal.

Menurutnya, lonjakan antrean dipicu meningkatnya konsumsi Bio Solar bersubsidi karena selisih harga yang cukup besar dibandingkan Dexlite. Kondisi tersebut membuat semakin banyak kendaraan, termasuk mobil pribadi, beralih menggunakan BBM subsidi.

Selain menambah kuota, Pertamina juga telah menyesuaikan distribusi ke SPBU yang berada di lokasi strategis. Langkah itu dilakukan agar pasokan tetap tersedia dan penyaluran kepada masyarakat berlangsung lebih lancar.

Sebelumnya, antrean kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu, salah satunya SPBU Kebun Tebeng. Sejak pagi, truk, mobil boks, hingga kendaraan angkutan terlihat mengular untuk mendapatkan Bio Solar. Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu selama berjam-jam, bahkan ada yang tidak kebagian karena stok habis sebelum tiba giliran mereka mengisi bahan bakar.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap penambahan kuota dari BPH Migas dapat memperbaiki distribusi Bio Solar di lapangan sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya sektor transportasi dan angkutan barang, dapat terpenuhi tanpa memicu antrean panjang di SPBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan