Bengkulu – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu memilih menjawab sorotan soal anggaran melalui capaian prestasi dan program pembinaan atlet jangka panjang. Di bawah kepemimpinan Teuku Zulkarnain, KONI Bengkulu menyatakan mulai membangun pola pembinaan yang disiapkan sejak jauh hari untuk menghadapi PON XXI 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu Dali Sukma mengatakan program pembinaan jangka panjang menjadi salah satu pembenahan yang kini dijalankan kepengurusan baru. Menurut dia, Bengkulu memiliki atlet potensial, tetapi selama ini pembinaan belum berjalan secara terprogram dan berkesinambungan.
“Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tapi selama ini kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram,” kata Dali.
Program tersebut tidak hanya berupa uang pembinaan. KONI juga menyiapkan pola latihan, pemenuhan kebutuhan gizi, perlindungan sosial hingga penghargaan bagi atlet yang masuk dalam program.
Dali mengatakan atlet dan pelatih yang tergabung dalam pembinaan dipantau secara berkala. Penentuan atlet juga dilakukan berdasarkan data, antara lain rekam jejak prestasi, pengalaman bertanding, kejuaraan yang pernah diikuti serta jam terbang.
“Jadi KONI Provinsi Bengkulu sudah memberikan pembinaan kepada atlet dan pelatih yang setiap hari dilatih dan dimonitoring. KONI terus memantau sejauh mana perkembangan atlet dan program-program apa saja yang harus segera disiapkan agar atlet tersebut benar-benar siap menghadapi PON,” ujarnya.
Menurut Dali, program tersebut mulai menunjukkan hasil melalui sejumlah kejuaraan yang diikuti atlet Bengkulu. Pada awal Juli 2026, atlet binaan dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Bengkulu meraih tiga medali emas dalam Kejuaraan VIP Boxing di Lampung.
Prestasi juga datang dari cabang olahraga lain. Taekwondo turut menyumbangkan medali, sementara angkat berat meraih satu medali perak dan dua perunggu. KONI juga mengirim atlet Perbakin mengikuti kejuaraan yang saat ini masih dalam proses.
“Alhamdulillah Cabor Pertina dapat tiga medali emas di kejuaraan di Lampung. Cabor lain juga dapat medali, dari taekwondo Alhamdulillah dapat medali juga. Dari angkat berat satu perak dan dua perunggu,” tutur Dali.
Capaian tersebut melanjutkan hasil yang diraih pada akhir 2025 ketika KONI Bengkulu mengirimkan atlet dari lima cabang olahraga ke PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah. Dari ajang tersebut, Bengkulu membawa pulang lima medali perunggu.
Untuk PON XXI 2028, KONI Bengkulu menargetkan lima medali emas sekaligus menembus peringkat 25 besar. Sebanyak 17 cabang olahraga ditetapkan sebagai cabor unggulan berdasarkan rekam prestasi pada PON sebelumnya dan kini telah masuk dalam program pembinaan.
“Untuk cabor unggulan ada 17 cabor, sesuai dengan data kita pada PON-PON kemarin, cabor-cabor yang pernah ikut PON dan dapat medali saat PON,” jelas Dali.
Ia optimistis pembinaan sejak jauh hari dapat memperbaiki capaian Bengkulu pada PON mendatang. Dali mengingatkan Bengkulu sebelumnya berada di posisi juru kunci sehingga target lima emas dan 25 besar menjadi tantangan yang ingin diwujudkan melalui persiapan lebih panjang.
“Target kita lima medali emas, masuk 25 besar, kemarin kita juru kunci, jangan sampai terulang lagi. InsyaAllah di PON nanti, dengan adanya pembinaan jangka panjang seperti ini, kita Bengkulu bisa meraih lima medali emas itu,” tegasnya.
Selain pembinaan prestasi, KONI Bengkulu juga menjalin kolaborasi untuk memberikan perlindungan sosial bagi atlet melalui kerja sama dengan Bank Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan. Gubernur Bengkulu juga disebut telah menyiapkan reward Rp1 miliar bagi atlet yang berhasil meraih medali emas pada PON mendatang, disertai jaminan lapangan pekerjaan.
Di tengah persiapan menuju PON 2028, KONI Bengkulu juga bersiap menghadapi agenda olahraga terdekat, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2026 serta PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara.
“Binpres saat ini lagi mempersiapkan untuk PON Bela Diri di Sulawesi Utara. InsyaAllah di PON Bela Diri Sulut nanti kita akan kembali meraih prestasi dan prestasi yang diraih akan lebih kita tingkatkan lagi,” kata Dali.
Dali menegaskan KONI Bengkulu memilih fokus pada pembenahan organisasi dan peningkatan prestasi atlet. “Kami tidak terlalu menanggapi isu, fokus kami bagaimana KONI ini jadi lebih baik lagi dan atlet-atlet kita kian prestasi,” ujarnya.








