Bengkulu Utara – Polemik penolakan perkebunan sawit di Pulau Enggano memasuki babak baru. Setelah sebelumnya para kepala suku adat mendesak pemerintah menghapus sawit dari pulau terluar itu, kini muncul permintaan maaf terkait keberadaan spanduk bernada keras yang menyerang Kepala Desa Apoho, Redy Heloman Kaitora.
Spanduk bertuliskan “Adili!!! Pecat!!! Usir!!! Kades Apoho Sebagai Dalangnya!!!” sempat terbentang dalam aksi penolakan sawit di Kecamatan Enggano pada 1 September 2025 lalu. Paabuki atau pimpinan kepala suku adat Enggano, Milson Kaitora, mengaku kaget sekaligus tertekan batin setelah mengetahui keberadaan spanduk tersebut.
“Kami selaku lembaga adat, kepala suku, dan ketua pintu suku di Enggano menyampaikan permohonan maaf kepada Kades Apoho, Redy Heloman Kaitora. Jujur saja, saat aksi penolakan sawit berlangsung, saya dan para ketua suku tidak tahu jika ada spanduk itu dibentang. Saya pun merasa sakit hati setelah mengetahuinya,” ujar Milson saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (4/9/25).














