Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Kejadian

Kisruh Sawit di Enggano, Kepala Suku Minta Maaf soal Spanduk

×

Kisruh Sawit di Enggano, Kepala Suku Minta Maaf soal Spanduk

Sebarkan artikel ini
Kisruh Sawit di Enggano, Kepala Suku Minta Maaf soal Spanduk
Para kepala suku adat saat permintaan maaf terkait keberadaan spanduk bernada keras yang menyerang Kepala Desa Apoho, Redy Heloman Kaitora, Kamis (4/9/25)(foto: dok istimewa)

Bengkulu UtaraPolemik penolakan perkebunan sawit di Pulau Enggano memasuki babak baru. Setelah sebelumnya para kepala suku adat mendesak pemerintah menghapus sawit dari pulau terluar itu, kini muncul permintaan maaf terkait keberadaan spanduk bernada keras yang menyerang Kepala Desa Apoho, Redy Heloman Kaitora.

Spanduk bertuliskan “Adili!!! Pecat!!! Usir!!! Kades Apoho Sebagai Dalangnya!!!” sempat terbentang dalam aksi penolakan sawit di Kecamatan Enggano pada 1 September 2025 lalu. Paabuki atau pimpinan kepala suku adat Enggano, Milson Kaitora, mengaku kaget sekaligus tertekan batin setelah mengetahui keberadaan spanduk tersebut.

“Kami selaku lembaga adat, kepala suku, dan ketua pintu suku di Enggano menyampaikan permohonan maaf kepada Kades Apoho, Redy Heloman Kaitora. Jujur saja, saat aksi penolakan sawit berlangsung, saya dan para ketua suku tidak tahu jika ada spanduk itu dibentang. Saya pun merasa sakit hati setelah mengetahuinya,” ujar Milson saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (4/9/25).

Baca Juga:  HUT ke-42 Desa Arga Mulya, Bupati Arie Dorong Sinergi Wujudkan Bengkulu Utara Maju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *