Jakarta – Kiprah Sahroni Komisi III kembali menjadi perhatian publik seiring aktifnya lagi Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Kembalinya politisi NasDem itu memunculkan beragam respons masyarakat, terutama karena rekam jejaknya dalam mengawal sejumlah kasus besar penegakan hukum yang sempat menyita perhatian nasional.
Sejumlah warga menilai Kiprah Sahroni Komisi III selama menjabat sebelumnya menunjukkan fungsi pengawasan parlemen berjalan lebih tajam. Sahroni dikenal kerap bersuara keras dalam isu penegakan hukum, pemberantasan narkotika, serta kontrol terhadap aparat penegak hukum yang menjadi mitra kerja Komisi III DPR RI.
“Pak Sahroni bukan orang sombong. Dia bersedia meluangkan waktu untuk ngobrol bersama warga. Beberapa kali ngobrol tentang situasi di DPR RI, saya menilai keberpihakannya sangat kuat kepada masyarakat,” kata Ketua RW 9 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Eka Kurniawan saat diwawancarai.
Menurut Eka, saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni kerap terlibat langsung mengawal perkara-perkara yang menjadi sorotan publik. Salah satunya dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Saat itu, Sahroni mendesak agar Sambo dihadirkan ke hadapan publik demi menjawab tuntutan transparansi penanganan perkara yang penuh kecurigaan.
Desakan tersebut berujung pada terbukanya fakta bahwa Ferdy Sambo merupakan otak pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat, sebuah kasus yang kemudian mengguncang institusi kepolisian dan menjadi perhatian nasional.
Pengawalan serupa juga dilakukan Sahroni dalam kasus penyelundupan satu ton sabu-sabu yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Dalam perkara tersebut, Sahroni meminta Polri bersikap objektif dan tidak melindungi Teddy. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang mencopot, menangkap, dan memproses hukum Teddy meski berstatus jenderal aktif.
Di luar tugas parlemen, Eka menyebut Ahmad Sahroni dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan tempat tinggalnya di Kebon Bawang. Hampir setiap pekan, Sahroni disebut rutin berbagi kepada anak yatim piatu serta menggelar kegiatan Jumat berkah bagi warga sekitar. “Bahkan dulu tiga hari setelah dijarah, tetap bagi-bagi sembako. Ibaratnya kan habis kena musibah, tapi tetap perhatian ke warga sekitar,” jelasnya.
Eka mengaku heran dengan berbagai komentar negatif yang beredar di media sosial terkait sosok Sahroni. “Itu kan orang luar semua tidak tahu. Seperti yang di TikTok menjelekkan Pak Sahroni, itu karena mereka tidak mengenal lebih dalam Pak Sahroni,” paparnya.
Hal senada disampaikan Saunah, tetangga Sahroni di RT 1 RW 9 Kebon Bawang, Tanjung Priok. Ia menilai Ahmad Sahroni sebagai pribadi yang jujur dan dermawan. “Dia banyak terlibat dalam membangun lingkungan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Saunah juga mempertanyakan munculnya sentimen negatif terhadap Sahroni di ruang publik. “Ahmad Sahroni ini asli Kebon Bawang, orang yang banyak membantu. Tapi kok ada yang benci sama orang baik,” tegasnya.
Ia pun berharap serangan warganet terhadap Sahroni dapat dihentikan. “Jangan seperti itu, realitanya baik ke warga. Semoga yang menzalimi Pak Ahmad Sahroni segera sadar,” paparnya. Dengan rekam jejak tersebut, Kiprah Sahroni Komisi III kembali dinantikan masyarakat dalam mengawal agenda penegakan hukum ke depan.





