Kasus Keracunan MBG di Lebong: Polisi Masih Selidiki, TNI Ikut Kawal Penanganan

Lebong – Dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong terus menyita perhatian. Hingga Rabu sore (27/8/25), puluhan siswa masih menjalani perawatan di RSUD Lebong.
Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K, yang turun langsung ke rumah sakit, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG.
“Kita masih belum tahu, tapi ada keracunan dari anak-anak kita. Fokus kita sekarang adalah pengobatan dulu. Untuk siapa penanggung jawabnya, masih dicari dan sampel makanannya sedang dicek. Mudah-mudahan nanti bisa lebih jelas,” kata Kapolres.
Sementara itu, Danramil 409-02/Lebong Selatan, Lettu Inf Efrizal, turut menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini. Ia menegaskan TNI bersama pihak rumah sakit dan aparat terkait berupaya maksimal memberikan penanganan cepat bagi para siswa.
“Kita cukup prihatin. Memang ini musibah yang tidak kita tahu sebelumnya. Tapi kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk segera mengambil tindakan. Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi anak-anak tidak ada yang kritis, hanya sebagian yang perlu perawatan dan diinfus,” ujarnya.
Sebelumnya, Plt Direktur RSUD Lebong, dr. Eni Efriyani, melaporkan sebanyak 80 siswa telah terdata mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG. Dinas Kesehatan Lebong memastikan jumlah pasien masih terus bertambah dan seluruhnya sudah dalam penanganan medis.
Hingga kini, pihak penyedia dapur MBG belum memberikan keterangan resmi. Aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut.






