Alaku

Kantor Golkar Bengkulu Diduga Dibobol, Kader Lapor Polisi di Tengah Polemik Plt

Dugaan pembobolan paksa Kantor DPD Partai Golkar Kota Bengkulu berujung laporan ke Polresta Bengkulu, Rabu (22/4/2026)(foto:anto)

Bengkulu – Dugaan pembobolan paksa Kantor DPD Partai Golkar Kota Bengkulu berujung laporan ke Polresta Bengkulu, Rabu (22/4/2026), di tengah memanasnya konflik internal partai terkait pembekuan kepengurusan dan penunjukan pelaksana tugas (Plt) ketua.

Laporan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu Yudi Darmawansyah bersama sejumlah kader setelah menerima informasi adanya dugaan perusakan kantor di Jalan Beringin, Padang Jati.

“Kita dapat kabar sekitar pukul 14.00 WIB, lalu kita cek ke lokasi dan atas petunjuk pimpinan, kita laporkan,” ujar Yudi.

Ia menduga aksi pembobolan dilakukan oleh pihak dari DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu. Menurutnya, kantor sebelumnya dalam kondisi terkunci rapat menyusul polemik pembekuan kepengurusan.

“Kantor memang kami kunci karena ada kemelut pembekuan yang kami nilai tidak sesuai konstitusi dan instruksi pusat,” katanya.

Yudi menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk arogansi. “Pendobrakan kantor ini tindakan zalim dan tidak beradab,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengecekan kondisi kantor untuk memastikan tingkat kerusakan sebelum proses hukum berjalan lebih lanjut.

Di sisi lain, konflik internal Golkar Bengkulu kian meruncing setelah DPD provinsi menunjuk Sauri Oegan sebagai Plt Ketua DPD Kota Bengkulu.

Sauri menegaskan, penunjukan dirinya telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melalui surat resmi dan dilakukan sesuai mekanisme organisasi.

“Penunjukan Plt sudah melalui prosedur dan mendapat persetujuan DPP,” kata Sauri.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil karena masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir sejak Desember 2025, sementara Musyawarah Daerah (Musda) belum terlaksana secara kondusif.

Namun, sejumlah kader menilai kebijakan dan penunjukan Plt tanpa Musda sebagai langkah yang tidak transparan dan berpotensi merusak soliditas partai.

Kader Golkar Kota Bengkulu Sutardi sebelumnya menyebut proses Musda sempat berjalan sebelum dihentikan tanpa alasan jelas, meski seluruh tahapan telah mengikuti aturan.

Hingga kini, pelaksanaan Musda DPD Golkar Kota Bengkulu masih tertunda, meski tiga kandidat, Mardensi, Rodi, dan Yudi Darmawansyah, telah menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan