JMSI Bengkulu Dikukuhkan, Mahmud Yunus Soroti Tantangan Etika Media Digital
Wakil Ketua JMSI Bengkulu, Mahmud Yunus, bersama Ketua JMSI Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra, usai pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 di Hotel Mercure, Senin (27/4).(foto: Mahmud)

JMSI Bengkulu Dikukuhkan, Mahmud Yunus Soroti Tantangan Etika Media Digital

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Wakil Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu, Mahmud Yunus, menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik di tengah derasnya arus digitalisasi, usai pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Provinsi Bengkulu periode 2025–2030 di Hotel Mercure, Senin (27/4).

Menurut Mahmud, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat arus berita tak lagi memiliki batas, sehingga media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab.

“Media siber harus tetap berpijak pada prinsip kebenaran. Kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi,” ujarnya.

Ia menilai, tanpa pengelolaan yang berintegritas, derasnya informasi justru berpotensi memicu penyebaran hoaks dan fitnah yang merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, menegaskan JMSI memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga marwah jurnalistik. Ia menyampaikan hal itu saat mewakili Gubernur Bengkulu dalam acara pengukuhan tersebut.

“JMSI harus menjadi wadah bagi perusahaan media siber untuk tetap teguh pada kode etik jurnalistik,” kata Nandar.

Ia menambahkan, di tengah berbagai program strategis pemerintah daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan ekonomi kerakyatan, peran media sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi yang objektif dan mencerahkan kepada publik.

Menurutnya, kritik berbasis data dan fakta merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah.

“Kritik konstruktif adalah vitamin bagi pemerintah,” ujarnya.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santoso, dalam kesempatan yang sama menyoroti pergeseran besar dunia media dari platform konvensional menuju digital yang mengintegrasikan teks, foto, dan video.

Ia mengingatkan bahwa anggota JMSI harus mampu mengambil peran lebih luas sebagai kurator informasi.

“Media harus menjadi verifikator dan penjaga akal sehat publik,” kata Teguh.

Pengukuhan pengurus JMSI Bengkulu dilakukan langsung oleh Teguh Santoso. Dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030, Dedi Hardiansyah Putra dipercaya sebagai ketua, didampingi Mahmud Yunus sebagai wakil ketua.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Bengkulu, Hendry Marulitua, menyebut momentum ini sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem media siber yang sehat dan berintegritas di Bumi Merah Putih.

Selain itu, kepengurusan juga diisi oleh Ketua Dedi Hardiansyah Putra, Ong Wie Hocky S sebagai sekretaris, Wizon Paidi sebagai wakil sekretaris, Agus Ansori sebagai bendahara, serta Oki Purnawan sebagai wakil bendahara.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *