“Kalau dalam skenario rapat tadi cuma diminta 20 orang anggota, tapi saya akan tambah. Nanti ada 100 anggota yang berjaga, ada yang pagi, siang dan juga malam,” jelas Sahat.
Mengingat lokasi kegiatan berada di kawasan pesisir, Pemerintah Kota Bengkulu juga melibatkan Basarnas Bengkulu untuk mendukung mitigasi bencana selama acara berlangsung.
Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun menyatakan komitmen penuh dalam mendukung festival yang mengangkat budaya lokal tersebut.
“Ini merupakan festival yang mengangkat budaya dan kearifan lokal, sangat positif dan perlu diapresiasi. Kami Basarnas selaku instansi vertikal mendukung program pemerintah daerah. Terima kasih sudah dilibatkan. Kami akan menyiapkan peralatan di lokasi dan menyiagakan personel untuk mendukung kegiatan ini,” kata Muslikun.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menyampaikan sekitar 2.000 anak sekolah akan dilibatkan untuk memeriahkan Festival Botoi Botoi, khususnya peserta didik TK dalam lomba mewarnai.
Festival Botoi Botoi merupakan bagian dari kalender event pariwisata Kota Bengkulu 2026. Terinspirasi dari lagu daerah “Yo Botoi Botoi” atau Tarik Pukek, festival ini diarahkan sebagai sarana pelestarian budaya, hiburan masyarakat, serta penguatan identitas lokal, sekaligus ditargetkan menjadi agenda tahunan unggulan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.














