Alaku
Alaku

Bengkulu – Hesti Yuliani, S.Pd., M.Pd., resmi memimpin Satuan Tugas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Indonesia Provinsi Bengkulu untuk sisa masa bakti 2025–2029. Bersamaan dengan itu, Teuku Zulkarnain, S.E., yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, dikukuhkan sebagai Dewan Pembina SANS Provinsi Bengkulu, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali peran organisasi dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

Selain pengukuhan Dewan Pembina dan pelantikan ketua untuk sisa masa bakti 2025–2029, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan rapat penyusunan program kerja SANS Provinsi Bengkulu dan SANS Kota Bengkulu untuk tahun 2027.

Dalam sambutannya, Hesti Yuliani menegaskan komitmennya untuk membenahi organisasi yang menurutnya sempat mengalami penurunan aktivitas. Ia berharap SANS dapat kembali bergerak aktif dan menjalankan fungsinya secara optimal melalui dukungan serta kolaborasi berbagai pihak.

“Saya akan membenahi SANS yang sebelumnya agak mati suri dan redup. Namun, semua tantangan tugas ini tentunya mengharapkan dukungan dan bantuan semua pihak,” ujar Hesti.

Menurut Hesti, upaya meminimalkan jumlah remaja yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan oleh organisasi semata. Diperlukan keterlibatan bersama dari berbagai unsur agar langkah pencegahan dapat menjangkau lingkungan pendidikan dan masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, ia berharap kepengurusan SANS Provinsi Bengkulu ke depan mampu memperkuat koordinasi, menyusun program yang terarah, serta membangun kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba.

Sekjen SANS Indonesia Dorong Program Baru dan Kolaborasi dengan BNN

Sekretaris Jenderal SANS Indonesia, Dedi Haryadi, S.I.Kom., turut menyampaikan harapannya agar kepengurusan SANS Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu semakin berkembang dan aktif menjalankan berbagai kegiatan pencegahan narkoba.

Menurut Dedi, pembenahan organisasi perlu diikuti dengan penyusunan program kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan serta tantangan di lapangan. Kolaborasi dengan lembaga terkait juga dinilai penting untuk memperkuat pelaksanaan program.

“Saya berharap ke depannya SANS Provinsi Bengkulu ini akan semakin maju, lebih aktif, tentunya dapat menyusun program kerja yang baru dan tentunya dapat berkolaborasi dengan beberapa pihak, salah satunya BNN Provinsi Bengkulu,” kata Dedi.

Ia juga menitipkan harapan kepada seluruh pengurus agar dapat menjaga keberlangsungan organisasi, baik di tingkat provinsi maupun kota, sehingga SANS semakin dikenal dan memberikan kontribusi nyata dalam gerakan pencegahan narkoba di Indonesia.

“Saya titipkan SANS Kota Bengkulu dan Provinsi Bengkulu, semoga ke depannya semakin aktif dan semakin maju agar Provinsi Bengkulu juga dapat dikenal di semua wilayah di Indonesia dengan adanya organisasi SANS ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun kepengurusan yang solid serta memperluas jaringan kerja sama. Dengan program yang terencana dan dukungan berbagai pihak, SANS diharapkan dapat meningkatkan kegiatan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Teuku Zulkarnain Tekankan Pentingnya Fungsi SANS

Sementara itu, Dewan Pembina SANS Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, S.E., berharap organisasi tersebut dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara sungguh-sungguh di tengah persoalan peredaran narkoba yang membutuhkan perhatian semua pihak.

Ia menegaskan bahwa keberadaan SANS harus diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan yang nyata, bukan sekadar menjadi organisasi formal.

“Tak banyak yang bisa saya sampaikan, harapan saya nanti ke depannya SANS Provinsi Bengkulu ini memang benar-benar dapat dijalankan sesuai dengan fungsinya,” kata Teuku Zulkarnain.

Menurutnya, persoalan peredaran narkoba menjadi alasan penting bagi seluruh pihak untuk memberikan perhatian terhadap keberadaan dan peran SANS. Organisasi tersebut diharapkan dapat mengambil bagian dalam upaya pencegahan, terutama melalui lingkungan sekolah yang menjadi salah satu ruang penting dalam membangun kesadaran generasi muda.

Teuku juga mengingatkan agar seluruh pengurus yang baru tetap bersemangat dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menilai dukungan dan kerja sama internal menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program dapat berjalan dengan baik.

“Saya harap semua pengurus SANS yang baru ini tetap semangat, dan tentunya berjalannya suatu organisasi harus dengan dukungan dan kerja sama semua pengurus,” ujarnya.

Susun Program Kerja 2027

Pengukuhan Dewan Pembina dan pelantikan Ketua SANS Provinsi Bengkulu ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kembali organisasi, sekaligus mendorong lahirnya program-program yang lebih aktif dan terarah pada 2027.

Rapat program kerja SANS Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu menjadi bagian penting dalam menentukan langkah organisasi ke depan. Penyusunan program tersebut diharapkan mampu memperkuat edukasi mengenai bahaya narkoba, meningkatkan keterlibatan pelajar, serta membuka peluang kerja sama dengan sekolah, pemerintah, dan lembaga terkait, termasuk BNN Provinsi Bengkulu.

Dengan kepengurusan baru dan dukungan berbagai pihak, SANS Provinsi Bengkulu diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan generasi muda.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengurus untuk membuktikan bahwa organisasi dapat bergerak lebih aktif, membangun kolaborasi, dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan serta masyarakat Bengkulu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan