Dengan perolehan ini, Mahfud Md berada di posisi pertama sebagai cawapres favorit warga NU, khususnya di Jawa Timur. Namanya bahkan mengungguli elektabilitas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang berada di posisi kedua dengan perolehan sebesar 14,5 persen. Sementara itu, posisi ketiga dipegang oleh Ridwan Kamil dengan 11,1 persen, dan posisi keempat oleh Sandiaga Uno dengan angka 10,9 persen. Cak Imin, meskipun ada di atas Khofifah, masih berada di posisi kelima dalam preferensi warga NU.
Dinamika pemilihan calon wakil presiden (cawapres) di Jawa Timur semakin menarik seiring dengan hasil survei yang mengungkap preferensi warga Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah tersebut. Menurut hasil survei Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mahfud Md mendominasi dengan persentase 19,5 persen, sementara Cak Imin dan Erick Thohir sama kuat dengan perolehan masing-masing sebesar 10,9 persen. Di sisi lain, Gibran Rakabuming memperoleh 4,2 persen.
Pengamat Politik UMM, Ruli Inayah Ramadhoan, memberikan analisis terkait hasil survei ini, “Pak Mahfud Md berada di posisi unggul daripada Cak Imin. Untuk mampu menyetarai elektabilitas Mahfud Md, Cak Imin harus melewati Khofifah dulu.” Hal ini mengindikasikan bahwa jika Cak Imin ingin menjadi cawapres yang bersaing dengan Mahfud Md, ia harus mengatasi elektabilitas Khofifah Indar Parawansa, yang saat ini berada di posisi kedua dalam survei dengan perolehan 14,5 persen.
Jawa Timur memiliki jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang sangat besar, mencapai 31,4 juta pemilih. Jumlah DPT yang tinggi ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah paling penting dalam meraih dukungan pemilih dalam Pilpres 2024. Sebagai wilayah kedua terbanyak setelah Jawa Barat, Jawa Timur menjadi fokus utama bagi calon-calon presiden dan wakil presiden dalam upaya meraih suara untuk memenangkan Pilpres.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari





