Seluma – Gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP/sederajat di Kabupaten Seluma telah rampung digelar. Kegiatan yang berlangsung pada 9 hingga 17 Maret 2026 itu menjadi tahapan awal untuk memastikan kesiapan ujian utama yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma menyebut gladi bersih difokuskan pada pengujian aspek teknis pelaksanaan ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain stabilitas jaringan internet, kesiapan perangkat, serta kelancaran sistem saat digunakan peserta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma Munarwan Syafui melalui Kepala Seksi SD, Sigit, mengatakan pelaksanaan gladi bersih berjalan sesuai jadwal. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi sekolah sebelum ujian utama dilaksanakan.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan kesiapan sekolah, baik dari sisi perangkat, jaringan, maupun peserta didik dalam menghadapi TKA yang sesungguhnya,” ujar Sigit saat dikonfirmasi pada 9 Maret 2026.

Ia menegaskan, gladi bersih tidak hanya berfungsi sebagai simulasi, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan seluruh unsur pelaksana di lapangan. Dari tahapan ini, dinas dapat melihat lebih dini berbagai potensi kendala yang mungkin muncul saat ujian berlangsung.
“Dari gladi bersih ini kita bisa melihat secara langsung kendala yang muncul di lapangan, baik itu gangguan jaringan, kesiapan perangkat, maupun pemahaman siswa terhadap sistem CBT,” jelasnya.
Selain memantau hasil simulasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seluma juga terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan agar setiap kendala yang ditemukan selama gladi bersih bisa segera diperbaiki sebelum pelaksanaan TKA utama.
“Kami mengimbau sekolah untuk segera melakukan perbaikan jika ditemukan kendala saat gladi bersih, sehingga pada pelaksanaan TKA nanti semuanya sudah siap dan berjalan lancar,” kata Sigit.
Di sisi lain, gladi bersih juga dinilai penting bagi peserta didik sebagai sarana adaptasi terhadap pola ujian berbasis komputer. Siswa diharapkan lebih siap secara teknis maupun mental saat menghadapi ujian yang sebenarnya.
“Ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer, sehingga mereka tidak lagi merasa canggung saat ujian sebenarnya,” tutupnya.
Dengan berakhirnya gladi bersih tersebut, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Seluma diharapkan semakin siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik 2026. Pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan ujian pada April mendatang dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis berarti. (ADV)





