Alaku

Gerakan Belanjo Rame-Rame, ASN Bengkulu Digiring Perkuat Ekonomi Pasar

Gerakan Belanjo Rame-Rame, ASN Bengkulu Digiring Perkuat Ekonomi Pasar

Bengkulu – Upaya menggerakkan ekonomi rakyat dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu dengan melibatkan langsung aparatur birokrasi melalui gerakan belanja lokal massal yang digelar di sejumlah pusat perdagangan, sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada pedagang kecil dan UMKM.

Komitmen tersebut ditandai dengan apel pagi Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Bengkulu yang dipimpin langsung Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi di kawasan Jalan KZ Abidin. Lokasi apel dipilih sebagai simbol janji pemerintah kepada pedagang yang sebelumnya berjualan di atas trotoar dan kini ditata masuk ke dalam area pasar.

Dalam amanatnya, Dedy menegaskan bahwa penataan kawasan tidak berdiri sendiri, melainkan dibarengi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan roda ekonomi pedagang tetap berputar. Karena itu, seluruh ASN diarahkan menjadi penggerak dengan berbelanja langsung ke dalam pasar.

Ia juga mengingatkan pentingnya kekompakan dan solidaritas seluruh jajaran pemerintah kota dalam menyukseskan program bersama, yang tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan berlanjut ke agenda belanja di Pasar Panorama dan lokasi lainnya.

“Ini adalah sebuah gerakan. Kita ingin menunjukkan bahwa berbelanja di dalam pasar itu lebih baik. Jika masih ada kekurangan, tentu akan kita lengkapi. Insyaallah, pedagang akan merasakan manfaatnya,” kata Dedy.

Dalam kesempatan tersebut, ASN yang mengikuti apel diimbau untuk turut berbelanja di pasar dengan target minimal membawa satu kantong belanjaan sebagai bentuk dukungan langsung kepada pedagang dan kebijakan pemerintah daerah.

Langkah strategis ini kemudian dikemas dalam gerakan bertajuk “Belanjo Rame-Rame” yang dilaksanakan dengan melibatkan seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu, dipimpin langsung oleh Walikota pada Rabu pagi (5/2/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel gabungan pukul 07.30 WIB. Dalam arahannya, Dedy menekankan bahwa peran birokrasi tidak sebatas pelayanan administrasi, tetapi juga harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Usai apel, ribuan pegawai Pemkot Bengkulu bergerak serentak menuju tiga pusat aktivitas ekonomi utama, yakni Pasar Minggu, Pusat Toko Modern (PTM), dan Mega Mall Bengkulu, untuk melakukan aksi belanja langsung.

Di PTM, suasana tampak ramai saat Walikota berinteraksi dengan para pedagang. Ia tidak hanya meninjau, tetapi juga memborong berbagai komoditas, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk kerajinan tangan lokal.

“Aksi ini adalah pesan bagi kita semua bahwa ekonomi Kota Bengkulu harus berputar dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Dengan berbelanja di sini, kita membantu pedagang memperkuat ketahanan ekonomi keluarganya,” ujar Dedy.

Program ini dirancang untuk menciptakan efek berantai bagi sektor perdagangan dan jasa. Pemerintah kota berharap momentum tersebut mampu menumbuhkan kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan lokal.

Para pedagang mengaku merasakan dampak langsung dari kegiatan ini, dengan peningkatan volume penjualan dalam satu hari. Pemerintah Kota Bengkulu pun mengimbau agar semangat mencintai produk lokal tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan dan gaya hidup warga. (ADV)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan