Apakah Festival Tabot Diserahkan ke Pemkot Bengkulu?
foto festival tabot / dok wikimedia commons

Festival Tabut 2026 Dibidik Gaet 250 Ribu Wisatawan, Transaksi Rp25 Miliar

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluPemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan sebanyak 250 ribu kunjungan wisatawan pada pelaksanaan Festival Tabut 2026 yang akan digelar pada 16–26 Juni mendatang. Selain wisatawan domestik, pengunjung dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa juga menjadi sasaran dalam agenda budaya tahunan tersebut.

Target ambisius itu dibahas dalam rapat persiapan Festival Tabut 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/6/2026). Rapat dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, unsur TNI/Polri, organisasi perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan menjadi fokus pembahasan, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan kegiatan, hingga strategi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan selama festival berlangsung.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif agar manfaat ekonomi dari festival dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Herwan Antoni menegaskan keberhasilan Festival Tabut tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.

“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar pelaksanaan Festival Tabut tahun ini berjalan aman, tertib, dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Herwan.

Festival Tabut 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan unsur budaya dan ekonomi. Selain prosesi adat Tabut yang menjadi agenda utama, pengunjung juga akan disuguhi pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, pameran ekonomi kreatif, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memproyeksikan festival tersebut mampu melibatkan sekitar 500 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 pelaku seni dan budaya yang akan berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Dari sisi ekonomi, nilai transaksi selama Festival Tabut 2026 diperkirakan mencapai Rp25 miliar. Angka tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Festival Tabut sendiri merupakan tradisi budaya masyarakat Bengkulu yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam. Sejak 2018, festival ini masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) karena dinilai memiliki nilai budaya yang kuat dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap Festival Tabut tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia yang mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar setiap tahunnya.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *