Bengkulu – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu resmi mendeklarasikan organisasi di Mercure Hotel, Kamis (12/2/26). Momentum tersebut dihadiri langsung Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi yang memiliki latar belakang sebagai mantan wartawan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Ketua AMJ Provinsi Bengkulu Wibowo Susilo, Staf Ahli Gubernur Bengkulu, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kapenrem 041 Garuda Emas, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota, serta para Kepala Dinas Kominfo se-Provinsi Bengkulu termasuk Kadis Kominfo Kota Bengkulu Nurlia Dewi. Insan pers dari berbagai organisasi seperti PWI dan AJI juga tampak menghadiri deklarasi tersebut.
Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan apresiasi kepada Ketua AMJ Provinsi Bengkulu Wibowo Susilo yang dinilai mampu menyatukan berbagai elemen media di daerah. “Adinda Wibowo ini adalah tokoh sentral pers. Beliau mampu merangkul semua elemen. Organisasi yang dia buat ini ibarat kapal pukat harimau, semua dirangkul. Jadi seluruh media itu semuanya tergabung di dalam AMJ,” ujar Dedy.
Ia juga menegaskan kedekatannya dengan dunia jurnalistik yang telah digelutinya selama dua dekade. “Bicara soal pers, saya sampai hari ini masih menjadi bagian dari pers. Dua puluh tahun saya berkarier di media dan saya bangga dengan profesi saya sebagai jurnalis. Profesi ini membuat kita bisa berhubungan dengan banyak orang, mulai dari lapisan paling bawah sampai paling atas. Saya dilatih bagaimana menyelesaikan masalah dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dedy, eksistensi pers yang kuat sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik serta Undang-Undang Pers. “Pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Dari sekian banyak profesi, wartawan adalah salah satu profesi yang punya kode etik. Undang-Undang Pers juga khusus, tidak ada turunannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan insan pers, khususnya yang tergabung dalam AMJ, untuk menjaga marwah profesi. “Kepada teman-teman semua, saya harap jaga profesi yang mulia ini. Dari sinilah kita bisa menapak karier. Tokoh-tokoh besar nasional banyak yang lahir dari pers. Deputi Gubernur BI dulu juga pernah menjadi wartawan di Tempo,” katanya.
Di akhir sambutan, Dedy mengajak media menjadi mitra strategis pemerintah dalam proses pembangunan daerah. “Jadilah pers yang profesional, pers yang sehat, dan pers yang membantu pemerintah dalam membangun. Teman-teman yang bergabung dalam AMJ, tetaplah bekerja secara profesional,” tutupnya.
Rangkaian deklarasi AMJ kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers di Bengkulu.





