Bengkulu – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Pendopo Merah Putih berlangsung khidmat dan penuh makna, Rabu (1/10/25). Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memimpin langsung jalannya upacara yang dihadiri jajaran Forkopimda, unsur TNI/Polri, anggota DPRD Kota, kepala OPD, camat, lurah, ASN, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Dedy menegaskan bahwa meski Indonesia telah merdeka, tantangan bangsa tidak pernah berhenti. Ia menyinggung peristiwa kelam 1965 yang menjadi bukti bahwa bangsa ini terus dirongrong dari luar maupun dalam negeri.
“Bangsa ini ketika telah merdeka dari penjajah, belum selesai persoalan-persoalan yang dihadapi. Tahun 1965 kita mencatat peristiwa kelam berupa kudeta dan penculikan pahlawan revolusi. Itu menjadi bukti bahwa negara kita selalu dirongrong, baik dari luar maupun dari dalam. Karena itu, setiap 1 Oktober kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sebagai pengingat bahwa Pancasila adalah satu-satunya pedoman bangsa. Mari kita bersama-sama menjaganya,” tegas Dedy.















