Dedi Rosadi Soroti Ketidakhadiran Pemda di Muscab PPP Bengkulu Tengah
Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bengkulu, Dedi Rosadi, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah yang tidak menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IV PPP di Desa Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Kamis (21/5/2026).(foto:dedidamhudi)

Dedi Rosadi Soroti Ketidakhadiran Pemda di Muscab PPP Bengkulu Tengah

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Tengah – Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bengkulu, Dedi Rosadi, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah yang tidak menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IV PPP di Desa Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Kamis (21/5/2026).

Kekecewaan itu disampaikan Dedi dalam sambutannya di hadapan kader dan pengurus PPP yang hadir dalam agenda partai tersebut. Ia menilai absennya perwakilan pemerintah daerah menunjukkan sikap yang tidak menghargai keberadaan PPP di Bengkulu Tengah.

“Kami tidak ingin lagi dianggap sebagai partai minor, sampai-sampai saat kami mengundang pemerintah daerah, mereka pun enggan hadir dalam acara Muscab IV ini,” ujar Dedi Rosadi.

Menurutnya, PPP memiliki sejarah panjang dan basis dukungan yang kuat di Bengkulu Tengah. Karena itu, ia meminta keberadaan partai berlambang Ka’bah tersebut tidak dipandang sebelah mata dalam dinamika politik daerah.

“Jangan remehkan PPP, tunggu dan simak bagaimana kekuatan serta peran strategis Partai Persatuan Pembangunan akan mempengaruhi arah politik daerah ini ke depan,” katanya.

Dedi menegaskan ketidakhadiran pihak pemerintah daerah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi sinyal yang dinilai kurang baik terhadap perjuangan kader partai di tingkat akar rumput.

Ia menyebut PPP selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui peran kader di legislatif maupun dalam pemerintahan.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan peristiwa tersebut akan menjadi catatan penting dalam hubungan antara partai politik dan pemerintah daerah ke depan.

Menurutnya, PPP tetap merupakan mitra strategis dalam pembangunan sehingga keberadaannya perlu dihargai oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.

Di sisi lain, kader PPP yang hadir dalam Muscab memberikan dukungan terhadap pernyataan tersebut dengan sorakan semangat di lokasi acara.

Dedi memastikan kekecewaan itu justru akan menjadi motivasi bagi kader untuk memperkuat konsolidasi partai dan menghadapi dinamika politik di Bengkulu Tengah.

Ia juga menegaskan PPP akan terus menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan politik yang tidak dapat diabaikan dalam peta politik daerah.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *