Bupati Azhari Minta Program MBG di Lebong Dihentikan Sementara, Satgas Khusus Dibentuk

Lebong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi pasca-keracunan massal ratusan siswa akibat dugaan makanan bergizi gratis (MBG). Rapat berlangsung di Rumah Dinas Bupati Lebong, Jumat (29/8/25).
Bupati Lebong, H. Azhari, SH, MH menegaskan bahwa pihak penyedia MBG di daerahnya sama sekali belum melakukan koordinasi dengan Pemkab maupun Forkopimda. Hal ini menurutnya menjadi persoalan mendasar dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kita meminta MBG di Lebong ini stop dulu sementara waktu, baik sebulan atau dua bulan. Bukan berarti kita tidak mendukung, tapi kita ingin ada evaluasi terlebih dahulu,” ujar Bupati Azhari.
Untuk memastikan pengawasan berjalan lebih baik, Pemkab Lebong bersama Forkopimda telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus. Satgas ini, kata Bupati, bukan hanya berasal dari jajaran pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan unsur Forkopimda.
“Dengan terbentuknya Satgas ini nanti, pengawasan bisa dilakukan lebih ketat sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya perbaikan konsep program MBG, termasuk cakupan penerima manfaat. “Seharusnya penerima bukan hanya anak-anak saja, tetapi juga ibu hamil dan menyusui. Mereka juga wajib mendapatkan MBG ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, menyampaikan bahwa kondisi pasien korban keracunan saat ini terus membaik. Dari lebih 400 pasien yang sempat dirawat, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.
“Sisanya tinggal sekitar 20 pasien yang masih fokus dalam tahap pemulihan,” ungkap Rachman.






