Bengkulu – Ketua BPD Abujapi (Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia) Provinsi Bengkulu, Nilda Yuliarti, M.H., bersama pengurus membesuk Arius Kusuma Wijaya, satpam DPRD Provinsi Bengkulu yang menjadi korban begal, Senin (25/8/25).
Diketahui, Arius diserang kawanan begal diduga bersenjata tajam saat mengendarai sepeda motor Honda Beat pada Sabtu (23/8/25) dini hari di Jalan Kapuas, Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu. Ia mengalami luka tusukan di dada kiri hampir mengenai paru-paru, luka sayatan di dada kanan, serta luka di kedua lengan atas. Beruntung, warga segera memberi pertolongan dan membawanya ke RS Gading Medika. Saat ini kondisinya mulai membaik.

Dalam kesempatan itu, Nilda menyampaikan keprihatinan sekaligus menyoroti lemahnya sistem pengelolaan satpam di DPRD Provinsi Bengkulu. Menurutnya, satpam seharusnya dikelola melalui vendor resmi agar memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, termasuk kewajiban mengenakan seragam saat bertugas.
“Kami menyayangkan saat kejadian korban tidak berseragam satpam, sehingga warga sekitar sempat ragu untuk menolong. Jika satpam dikelola dengan sistem outsourcing, tentu ada aturan yang mengikat, mulai dari penggunaan seragam, pergantian shift, hingga tanggung jawab kerja yang lebih terarah,” tegas Nilda.
Ia berharap DPRD Provinsi Bengkulu memberikan perhatian serius terhadap status tenaga pengamanan. “Kami doakan korban cepat pulih. Ke depan, kami mengimbau seluruh satpam di Bengkulu lebih berhati-hati dan bekerja sesuai SOP agar keamanan lebih optimal,” tutupnya.





