Alumni Retreat Merah Putih Bengkulu Evaluasi Program Jelang Ramadan
Alumni Retreat Merah Putih Bengkulu Evaluasi Program Jelang Ramadan, Kamis(12/2/2026)(foto:anto)

Alumni Retreat Merah Putih Bengkulu Evaluasi Program Jelang Ramadan

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Ratusan alumni Retreat Merah Putih Provinsi Bengkulu angkatan I hingga X menggelar pertemuan akbar di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (12/2), sebagai bagian dari refleksi program sekaligus menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyebut forum tersebut menjadi ruang bersama untuk menilai efektivitas pelaksanaan retreat yang telah berjalan. Evaluasi diperlukan guna memastikan program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berdampak nyata bagi aparatur sipil negara.

“Pertemuan ini merupakan bentuk evaluasi bersama, sejauh mana program retreat memberikan dampak positif, baik bagi pribadi ASN maupun dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara,” ujar Herwan.

Ia menegaskan, Retreat Merah Putih diharapkan membentuk karakter ASN yang berintegritas serta memperkuat spiritualitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendorong aparatur lebih dekat dengan masjid dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Kita ingin ASN Pemprov Bengkulu selalu ingat akan tanggung jawabnya, menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian. Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri,” tambahnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi lintas angkatan, kegiatan ini diisi dengan makan bersama guna mempererat kebersamaan antaralumni. Herwan juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak amal kebaikan.

“Bulan suci Ramadan adalah momentum bagi kita semua untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kualitas diri,” tutupnya.

Salah seorang alumni dari Biro Umum, Rendi, mengaku merasakan perubahan setelah mengikuti program tersebut. “Setelah mengikuti retreat di Masjid Jamiatul Khair, saya merasa semakin taat beribadah dan lebih nyaman berada di masjid,” ungkap Rendi.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *