Pemain Garuda Nusantara, Hugo Samir, pemain muda berbakat yang membela Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2023, baru-baru ini mengalami perubahan dramatis dalam respons publik Imbas Garuda Nusantara kalah dalam pertandingan melawan Uzbekistan di babak 16 besar. Awalnya mendapat pujian setelah mencetak gol kemenangan di laga pertama, kini ia mendapat hinaan dan serangan di media sosial.
Pada laga pertama Timnas Indonesia U-24 melawan Kirgistan, Hugo Samir menjadi pahlawan dengan mencetak gol di masa injury time, membawa Indonesia meraih kemenangan 2-0. Pujian dan apresiasi dari netizen mengalir kepada pemuda berusia 18 tahun tersebut.
Namun, perjalanan di Asian Games 2023 tak berjalan mulus. Di pertandingan melawan Uzbekistan dan Imbas Garuda Nusantara yang mengalami kekalahan, Hugo Samir mendapatkan kartu merah setelah melakukan tindakan indisipliner dengan menyikut lawan di masa perpanjangan waktu. Keputusan wasit membuatnya diusir dari lapangan, dan ini menjadi momen perubahan sikap publik terhadapnya.
Imbas dari kartu merah tersebut, Pemain Garuda Nusantara, Hugo Samir dan bahkan ayahnya, Jacksen F Thiago, pelatih yang pernah melatih Persipura Jayapura, menjadi sasaran serangan di media sosial. Cacian dan hinaan rasial mengalir ke akun media sosial Hugo Samir.
Dalam menjawab hinaan yang dialamatkan padanya dan ayahnya, Pemain Garuda Nusantara, Hugo Samir meminta agar serangan tersebut diarahkan kepada dirinya dan tidak kepada orang tuanya. Melalui Instastory, ia menegaskan bahwa kesalahan adalah tanggung jawabnya sendiri, bukan keluarganya.
“Bagi yang mau menghujat atau mau merasa rasis terhadap saya, tolong jangan ke orang tua saya. Ini adalah ulah saya, bukan orang tua saya. Yang salah adalah saya, bukan keluarga saya, jadi tolong jika ingin menghujat, lakukan ke saya saja,” tulis Hugo Samir.
Kasus serangan hinaan dan rasial di media sosial semakin menjadi sorotan saat ini, menyusul peristiwa yang menimpa Hugo Samir, pemain Timnas Indonesia U-24, dan ayahnya, Jacksen F Thiago, mantan pelatih Persipura Jayapura.
Imbas dari kartu merah yang diterima oleh Pemain Garuda Nusantara, Hugo Samir dalam pertandingan melawan Uzbekistan di Asian Games 2023, warganet mulai menyerbu kolom komentar media sosialnya dengan cacian dan hinaan setelah Imbas Garuda Nusantara alami kekalahan. Serangan ini tak hanya menimpa Hugo Samir, tetapi juga ayahnya, Jacksen F Thiago, yang mendapat sejumlah kritik pedas dari netizen Indonesia.
Bahkan, dalam kejadian yang mencemaskan, hinaan rasial juga dialamatkan kepada Jacksen F Thiago, yang merupakan figur terkemuka dalam dunia sepak bola Indonesia.
Dalam merespons serangan tersebut, Jacksen F Thiago mengunggah pesan di akun Instagram pribadinya untuk membela anaknya. Dalam pesannya, ia menyoroti kontras antara pujian yang diterima beberapa hari sebelumnya dengan hinaan yang kini dialamatkan kepada Hugo Samir dan keluarganya. Jacksen menyebutnya sebagai saat yang pahit, di mana kecaman dari netizen menggantikan apresiasi yang diterima sebelumnya.
Perjalanan emosional Hugo Samir, pemain Timnas Indonesia U-24, di Asian Games 2023 mencerminkan betapa cepatnya respons publik di era digital. Awalnya, ia merasakan manisnya pujian netizen setelah mencetak gol kemenangan di laga perdana melawan Kirgistan, membawa Indonesia meraih kemenangan 2-0 di masa injury time.
Pujian dan apresiasi membanjiri media sosial Hugo Samir saat itu. Netizen mengeluarkan kata-kata penuh penghargaan untuk pemuda berusia 18 tahun tersebut yang menjadi pahlawan dalam pertandingan tersebut.
Namun, perjalanan di Asian Games 2023 tidak berjalan mulus. Di pertandingan berikutnya melawan Uzbekistan, Hugo Samir mendapatkan kartu merah karena tindakan indisipliner saat menyikut lawan di masa perpanjangan waktu. Keputusan wasit membuatnya diusir dari lapangan, dan respons publik berubah secara dramatis.
Hugo Samir mendapati dirinya menjadi sasaran hinaan dan serangan di media sosial. Cacian dan kritik negatif mengisi kolom komentar akun media sosialnya. Yang lebih mencemaskan, ayahnya, Jacksen F Thiago, yang merupakan mantan pelatih Persipura Jayapura dan figur terkemuka dalam dunia sepak bola Indonesia, juga mendapat bagian dari serangan netizen.
Dalam menjawab hinaan tersebut, Hugo Samir memilih untuk membela ayahnya. Melalui Instastory, ia meminta agar serangan dan kritik ditujukan kepada dirinya sendiri dan tidak kepada orang tuanya. Ia menegaskan bahwa kesalahan yang terjadi adalah tanggung jawabnya sendiri, bukan keluarganya.
Peristiwa ini mencerminkan betapa beragamnya respons publik dalam era digital dan bagaimana pemain muda yang berbakat seperti Hugo Samir dapat menjadi pusat perhatian dalam hitungan hari, baik dalam pujian maupun hinaan. Hal ini juga menjadi pengingat pentingnya etika dalam berinteraksi di media sosial serta perlunya mengecam segala bentuk diskriminasi dan hinaan.














