25 Des 2025 17:31 - 2 menit membaca

Viral Es Teh Rp15 Ribu Gegerkan Danau Dendam Tak Sudah, Dispar Bengkulu Turun Tangan

Bagikan

Bengkulu – Dunia pariwisata Kota Bengkulu sempat dihebohkan oleh unggahan viral di media sosial terkait harga segelas es teh yang dipatok Rp15 ribu di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, Kamis sore 25 Desember 2025.

Inspeksi mendadak tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin, didampingi Lurah Dusun Besar Ahmad Sukri serta jajaran Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.

Berdasarkan hasil klarifikasi di lapangan, Dispar memastikan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kesalahan komunikasi dan ketidaktahuan oknum penjaga warung terkait standar harga.

Diketahui, saat peristiwa itu terjadi, pemilik warung sedang berada di pasar dan warung dijaga oleh anaknya, Alvin. Saat melayani dua pembeli perempuan, Alvin yang mengaku tidak mengetahui daftar harga kemudian secara spontan menyebutkan harga Rp15 ribu untuk segelas es teh.

Alaku

“Tadi kami sudah berdiskusi di lokasi. Ternyata itu ulah anak pedagang yang sedang menggantikan ayahnya. Karena tidak tahu harga, dia asal menyebut Rp15 ribu. Yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada pembeli yang dirugikan serta kepada masyarakat,” ujar Nina Nurdin.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu memberikan instruksi tegas kepada seluruh pedagang di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah agar memajang daftar harga secara terbuka dan transparan di setiap pondok atau lapak dagangan.

“Kami berharap harga yang ditetapkan sesuai standar dan tetap terjangkau. Dengan adanya daftar harga yang ditempel, pengunjung bisa langsung mengetahui sebelum memesan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambah Nina.

Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan pembinaan di seluruh objek wisata guna menjaga kenyamanan pengunjung serta citra positif pariwisata daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *