Jakarta – Staf Khusus Menteri Agama RI bidang luar negeri, Gugun Gumilar, menyambut positif keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan niat untuk mengakui Negara Palestina. Gugun menilai, langkah tersebut menjadi sinyal harapan baru menuju perdamaian dunia.
“Kami, bangsa Indonesia, bersuka cita atas berita ini. Keputusan Presiden Macron semakin membuka harapan baru untuk terwujudnya perdamaian dunia,” ujar Gugun dalam keterangannya.
Sebagai Direktur Eksekutif Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia sekaligus Duta Muda PBB, Gugun mendorong negara-negara lain mengikuti langkah Prancis.
“Dengan begitu, kita dapat membangun peradaban umat manusia yang damai dan berkeadilan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan amanah konstitusi Indonesia.
“Menghapus penjajahan di atas dunia adalah perintah konstitusi UUD 1945. Dukungan terhadap Palestina adalah wujud nyata komitmen kemanusiaan yang bermartabat, dalam menolak kolonialisme dan imperialisme modern,” jelasnya.
Menurut Gugun, dukungan Prancis ini juga sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.
“Konflik panjang di Timur Tengah harus segera diakhiri. Semua bangsa berhak menikmati kedamaian, sebagaimana diperjuangkan para pendiri bangsa kita di KAA 1955,” sambungnya.
Di akhir pernyataannya, Gugun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Macron.
“Sikap Prancis adalah langkah positif untuk memastikan masa depan Negara Palestina yang berdaulat, merdeka, dan adil melalui solusi dua negara (two-state solution),” tutup Gugun.





