Bengkulu – Menjelang perhelatan Pilkada di Bengkulu, Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu Arif Gunadi bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu, Sofiyan Tosoni, mengadakan pertemuan dengan 160 tokoh dari tiga kelurahan di Aula Hotel Vista pada Jumat, 22 November 2024. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan penegakan hukum dalam penanganan konflik sosial selama pemilu.
Arif Gunadi mengimbau kepada para tokoh masyarakat agar tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.
“Perbedaan pilihan adalah bagian dari kedewasaan dalam berdemokrasi. Jangan sampai karena berbeda pilihan, silaturahmi terputus. Ini saatnya kita menunjukkan kedewasaan politik dengan tetap bersatu,” ujar Arif.
Upaya Preventif Cegah Konflik
Kegiatan ini merupakan langkah preventif dari Pemkot Bengkulu untuk mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Arif menjelaskan bahwa para tokoh masyarakat yang hadir diharapkan dapat menyampaikan informasi yang mereka dapatkan kepada lingkungan sekitar.
“Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen mengawal demokrasi ini secara damai dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, tokoh-tokoh yang dilibatkan meliputi Ketua RT, Ketua RW, anggota Linmas, Karang Taruna, serta tokoh agama dari kelurahan Pengantungan, Kebun Geran, dan Anggut Bawah. Materi sosialisasi juga disampaikan oleh Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu, selain dari pihak Pemkot Bengkulu.
Ajakan untuk Berpartisipasi
Arif Gunadi juga mendorong seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk menggunakan hak pilih mereka.
“Datanglah ke TPS pada hari pemilihan, gunakan hak suara dengan bijak, dan jangan sampai Golput,” tegasnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan damai, demokratis, dan bebas dari konflik sosial. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat diharapkan dapat meminimalisir gesekan yang mungkin terjadi di tingkat akar rumput.





