Bengkulu – Program Sekolah Energi Bersih (SEB) yang digagas Kanopi Hijau Indonesia mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan pelajar di SMA Negeri 8 Kota Bengkulu. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi kotor.
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Kota Bengkulu, Elvina Faisal, M.Pd., mengatakan kegiatan SEB telah berlangsung beberapa hari melalui pemasangan spanduk, sosialisasi kelas, hingga pembagian buku dan majalah edukasi.
“Harapan kami untuk tahun berikutnya program ini bisa dilanjutkan lagi, terutama di sekolah kami. Kesadaran akan kebersihan lingkungan sangat penting. Apalagi di tahun 2045 Indonesia ditargetkan menjadi negara maju, tentu tidak ideal jika kita masih bergantung pada batu bara,” ujarnya, Kamis (4/9/25).
Elvina menambahkan, pemerintah seharusnya mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan sebagai pengganti energi kotor. “Harapan kami pemerintah lebih sadar akan dampak buruk penggunaan batu bara. Di Bengkulu, misalnya di Teluk Sepang, pembangkit listrik masih berbasis batu bara. Sudah saatnya digantikan energi ramah lingkungan agar masyarakat lebih sehat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Program Kanopi Hijau Indonesia, Suarli, menegaskan krisis iklim merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, SEB menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang bahaya energi kotor.
“Melalui sekolah energi bersih, diharapkan tumbuh kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjadi modal penting bagi pelajar sebagai agen perubahan. Sosialisasi ini perlu dukungan bersama untuk mendorong pembangunan energi bersih sebagai solusi menghadapi krisis iklim,” jelas Suarli.
Setidaknya 600 siswa SMA Negeri 8 Bengkulu mengikuti sosialisasi SEB. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan dan donasi, tetapi juga aktif membagikan pesan menjaga lingkungan melalui akun media sosial masing-masing.
Salah satu siswa, Nauren Zakia Mukti, menyebut program ini sangat bermanfaat. “Tidak hanya mengedukasi tentang energi bersih, tetapi juga ada permainan yang mengajarkan arti kebersamaan dalam menjaga lingkungan,” ungkap siswi kelas XI IPA 1 itu.
Dengan dukungan dari sekolah, pelajar, hingga masyarakat, program Sekolah Energi Bersih diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk mendorong transisi energi menuju Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.





