
Gerakan Elegan dalam Duduk Emprak
Setelah tembang dimulai, para penari yang telah berkostum Jawa dengan blangkon dan jarik memulai gerakan mereka. Emprak, yang berasal dari kata “nglemprak” dalam bahasa Jawa, memiliki arti dasar “duduk.” Oleh karena itu, semua gerakan tari Sholawat Emprak dilakukan dalam posisi duduk.
Semua gerakan ini memiliki tempo yang pelan dan lembut. Para penari, yang terdiri dari empat orang laki-laki, menggabungkan keanggunan dan kerendahan hati dalam setiap gerakan mereka. Gerakan tangan mereka yang terkatup dan tubuh yang gemulai menciptakan harmoni yang memukau, mencerminkan keindahan tradisi ini yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Pada usia 73, Kadi, pendiri Solawatan Emprak di Pondok Pesantren Budaya Kaliopak, adalah salah satu tokoh yang sangat dihormati dalam masyarakat. Beliau adalah pribadi yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melestarikan budaya dan tradisi Jawa, khususnya dalam bentuk Sholawat Jawi Emprak. Dalam pembicaraannya, beliau dengan penuh semangat menceritakan tentang pesan spiritual yang terkandung dalam setiap tembang Sholawat Jawi Emprak.
Yo Sayyid: Pertemuan dengan Malaikat
Tinggalkan Balasan