Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menerima penghargaan dari Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu atas penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik tahun 2024 dengan predikat ‘zona hijau’. Penghargaan ini diberikan karena 5 Perangkat Daerah (PD) dan 2 Puskesmas di Kota Bengkulu berhasil mendapatkan nilai di atas 80, dengan Puskesmas Kandang meraih nilai tertinggi yaitu 93,57.
Beberapa instansi lainnya yang juga mendapat nilai tinggi antara lain Dinas Dukcapil dengan nilai 93,34, Dinas DPMPTSP dengan nilai 91,40, Puskesmas Beringin Raya dengan nilai 91,40, Dinas Sosial dengan nilai 90,28, Dinas Kesehatan dengan nilai 88,74, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan nilai 86,49.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Tony Elfian, dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu Mustari Tasti kepada Kepala OPD dan Kepala Puskesmas terkait.
Mustari Tasti, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, menjelaskan bahwa zona merah menunjukkan daerah dengan nilai di bawah 50 yang berarti kepatuhan rendah, zona kuning untuk nilai di bawah 80 dengan kepatuhan sedang, dan zona hijau untuk nilai di atas 80 yang menunjukkan kepatuhan tinggi.
“Berdasarkan penilaian, seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu mendapatkan zona hijau. Khusus untuk Kota Bengkulu, dengan nilai 90,74, masuk dalam zona hijau, artinya telah melakukan pelayanan sesuai dengan standar kepatuhan,” ujar Mustari.
Kepala Puskesmas Kandang, Nenny Heryani, mengungkapkan rasa syukurnya karena Puskesmas Kandang berhasil meraih nilai tertinggi dalam penilaian Ombudsman. “Ini merupakan kejutan bagi kami, terutama saya sebagai Kepala Puskesmas. Kami berterima kasih kepada walikota, wawali, dan tim di Puskesmas Kandang yang selama ini telah bekerja keras untuk mendapatkan nilai tertinggi ini,” kata Nenny.
Nenny menjelaskan bahwa Puskesmas Kandang memiliki fasilitas lengkap yang mendukung pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sejak diinformasikan bahwa Puskesmas Kandang akan dinilai oleh Ombudsman pada 2024, pihaknya melakukan berbagai pembenahan baik dari segi fasilitas maupun pelayanan. Puskesmas Kandang kini menjadi puskesmas ramah lansia dan ramah balita, dengan fasilitas yang memprioritaskan kenyamanan pasien.
“Kami selalu mengutamakan pelayanan terbaik untuk lansia dan balita. Untuk lansia, kami prioritaskan mulai dari pendaftaran hingga pelayanan kesehatannya. Sementara untuk balita, kami menyediakan ruang bermain agar mereka tidak merasa bosan saat menunggu,” tambah Nenny.
Selain itu, Puskesmas Kandang juga aktif melakukan kunjungan ke rumah warga yang sakit dan tidak dapat datang ke fasilitas kesehatan. Program IGD 24 jam di Puskesmas Kandang, yang juga diterapkan di 19 puskesmas lainnya di Kota Bengkulu, telah berjalan dengan baik sejak di-launching oleh Walikota Bengkulu di Puskesmas Penurunan beberapa waktu lalu.
“Dengan adanya IGD 24 jam dan pelayanan yang responsif, kami berharap dapat terus memberikan pelayanan medis terbaik kepada masyarakat,” tutup Nenny.





