Bengkulu – Pembangunan proyek penanggulangan banjir di Jalan Irian, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, menuai keluhan warga. Pasalnya, lambannya progres pengerjaan berdampak pada kehidupan masyarakat di Kelurahan Tanjung Jaya, Tanjung Agung, dan Sukamerindu.
Menurut keterangan warga, kondisi saluran air yang tak kunjung tuntas menyebabkan air hujan tidak mengalir normal sehingga memicu genangan banjir di pemukiman.
“Hampir satu bulan air tidak kunjung surut. Bahkan sudah ada ular masuk ke rumah,” ungkap Cici Wulandari (31), warga Kelurahan Tanjung Jaya, dengan nada kesal, Minggu (14/9/25).
Senada, perwakilan warga, Aizan, S.H., menegaskan agar pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) segera mencari solusi. Ia menekankan bahwa masyarakat mendukung pembangunan, namun jangan sampai proyek yang seharusnya membawa manfaat justru menambah penderitaan warga.
“Kita tidak anti pembangunan, tapi jangan sengsarakan warga di sekitar proyek,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mempercepat penyelesaian proyek penanggulangan banjir tersebut. Selain untuk mengurangi dampak genangan, keberadaan infrastruktur itu diharapkan benar-benar menjadi solusi permanen dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini melanda kawasan Sungai Serut.















