Bengkulu Tengah – Arah pembangunan Kabupaten Bengkulu Tengah pada 2026 dipastikan berjalan seirama dengan kebijakan dan prioritas nasional yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia. Keselarasan tersebut menjadi penekanan utama dalam rapat kerja penetapan target prioritas pembangunan daerah sekaligus evaluasi pelaksanaan SPIP dan MCSP yang digelar di Ruang Rapat Bupati Bengkulu Tengah, Kamis (05/02/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., dan dihadiri Sekda Drs. Tomi Marisi, M.Si., para asisten dan staf ahli, kepala OPD, camat, kabag, kabid, serta undangan lainnya. Dalam forum tersebut, Bupati memaparkan sejumlah arahan Presiden yang harus menjadi fokus pelaksanaan program daerah.
Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain penguatan gerakan kebersihan berkelanjutan setiap Jumat yang dikolaborasikan dengan TNI dan Polri, serta sosialisasi program gentengisasi. Pemerintah daerah juga diminta mengakselerasi program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, ketahanan pangan, penertiban kawasan hutan, hingga pencapaian target swasembada pangan dan energi.
Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui MBG, cek kesehatan gratis, perbaikan infrastruktur, serta target seluruh sekolah dasar memiliki smart TV. Di sektor ekonomi, fokus diarahkan pada penguatan koperasi, hilirisasi ekonomi daerah, pembangunan berbasis wilayah, serta pengentasan kemiskinan. Salah satu agenda prioritas yang harus segera ditindaklanjuti adalah pengaktifan kembali RSD Sungai Lemau.
Dalam rapat tersebut, turut dilakukan evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Monitoring Center for Prevention (MCSP). Pada tahun 2025, Kabupaten Bengkulu Tengah berhasil meraih peringkat pertama MCSP tingkat kabupaten/kota. Namun, skor capaian sebelumnya masih berada di angka 81 dari target 85, sehingga penguatan kinerja perangkat daerah tetap menjadi perhatian agar target 2026 dapat dicapai secara optimal.
Pembahasan juga mencakup capaian Ra-Ta Cita Bupati dan Wakil Bupati untuk melihat progres serta memperbarui data realisasi program prioritas yang telah dan sedang berjalan. Data capaian Ra-Ta Cita tersebut dijadwalkan akan ditampilkan dan dipublikasikan pada tanggal 20 mendatang sebagai bahan evaluasi bersama sekaligus dasar percepatan pembangunan ke depan.
Bupati Rachmat Riyanto menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan. “Kita ingin memastikan gerak langkah kita di tahun 2026 searah dengan gerak langkah Bapak Presiden RI. Program daerah harus selaras dengan program pusat agar target-target pembangunan bisa tercapai secara optimal,” tegasnya.





