Alaku

Pemprov Bengkulu Dorong Program PEKA Perkuat Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat

Pemprov Bengkulu Dorong Program PEKA Perkuat Kemandirian Ekonomi Penerima Manfaat

BengkuluPemerintah Provinsi Bengkulu mendorong program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) tidak berhenti pada pemberian perlindungan sosial, tetapi mampu mengantarkan penerima manfaat menuju kemandirian ekonomi. Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar saat menghadiri kegiatan PEKA di Aula Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Selasa (18/8/2026).

Khairil mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang mengembangkan program dengan pendekatan pemberdayaan. Menurutnya, perlindungan bagi pekerja perlu diikuti dengan dukungan yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Kita berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Khairil.

Program PEKA dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan aspek perlindungan pekerja dengan upaya memperkuat kemampuan ekonomi penerima manfaat. Dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan maupun membuka peluang ekonomi baru.

Khairil menegaskan Pemprov Bengkulu menyambut baik berbagai program BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan rasa aman kepada pekerja, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Kepala OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi mengungkapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bengkulu menunjukkan capaian positif pada 2026.

Alaku

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan masyarakat Bengkulu mencapai 72,36 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 69,57 persen.

Tidak hanya literasi, akses masyarakat terhadap layanan keuangan juga mencatat capaian lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tingkat inklusi keuangan Bengkulu mencapai 93,88 persen, sementara angka nasional berada di 93,61 persen.

Ayu menilai capaian tersebut menunjukkan semakin baiknya pemahaman sekaligus akses masyarakat Bengkulu terhadap produk dan layanan keuangan. Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi yang menyasar masyarakat.

Dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif tinggi, program PEKA diharapkan dapat semakin optimal dalam mendorong penerima manfaat mengelola dukungan yang diterima secara produktif. Pemerintah daerah pun berharap pemberdayaan tersebut bermuara pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku
Alaku

Iklan