Alaku

Bengkulu – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu memastikan rencana perbaikan Jalan Line 1 di kawasan Pelabuhan Pulau Baai memasuki tahap lanjutan. Setelah dilakukan penyesuaian anggaran, seluruh dokumen teknis telah rampung dan kembali diajukan ke Pelindo Pusat untuk proses lelang ulang.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, SH., MH., MSc., mengatakan perbaikan Jalan Line 1 telah dipersiapkan sejak 2025. Pelindo Bengkulu menyelesaikan desain teknis proyek dan mengajukannya ke Pelindo Pusat pada November 2025 sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

Dimas menjelaskan, percepatan proyek terus diupayakan di tingkat daerah. Namun, seluruh tahapan pengadaan, termasuk proses lelang, menjadi kewenangan Pelindo Pusat.

“Untuk proses lelang, Pelindo Bengkulu tidak memiliki kewenangan. Semua kewenangan dan prosesnya ada di Pelindo Pusat. Kami di daerah hanya menyiapkan semua kebutuhan teknisnya,” ujar Dimas.

Ia mengungkapkan, proses pengadaan sempat mengalami penyesuaian setelah anggaran Pelindo disahkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Mei 2026. Saat lelang dibuka pada Juni 2026, belum ada perusahaan yang mengikuti tender.

Menurut Dimas, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan situasi ekonomi, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Faktor itu membuat Pelindo melakukan evaluasi ulang terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB), dengan penyesuaian harga material berkisar 10 hingga 15 persen.

“Saat ini dokumen penyesuaian tersebut telah siap dan diserahkan ke pusat untuk segera dilelang kembali,” katanya.

Selain mempercepat perbaikan infrastruktur, Pelindo Regional 2 Bengkulu juga menyiapkan pembenahan sistem pengelolaan kawasan pelabuhan. Dimas menjelaskan Jalan Line 1 merupakan jalur operasional yang seharusnya steril, namun selama ini masih dimanfaatkan masyarakat karena keterbatasan akses jalan alternatif.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pelindo tengah menyiapkan sistem akses berbasis kartu bagi warga Teluk Sepang. Skema ini diharapkan dapat menjaga kelancaran operasional pelabuhan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

“Ke depan salah satunya menggunakan sistem kartu. Nantinya warga Teluk Sepang akan diberikan kartu akses tersebut,” jelas Dimas.

Di sisi lain, Pelindo juga terus mencari solusi terhadap keberadaan kendaraan Over Dimension Overload (ODOL) yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama percepatan kerusakan jalan akibat beban angkut yang melebihi kapasitas. Pembenahan kawasan Pelabuhan Pulau Baai, kata Dimas, akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kelancaran distribusi logistik, dan kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan