Lebong – Pembentukan Koperasi Merah Putih yang digagas oleh Pemerintah Pusat, mulai bergulir ke berbagai desa di Provinsi Bengkulu. Namun di Desa Talang Donok, Kecamatan Tapus, Kabupaten Lebong, musyawarah desa khusus (musdesus) mengenai koperasi ini masih belum dilaksanakan karena petunjuk teknis belum sepenuhnya jelas.
Pjs Kades Talang Donok Sambut Baik
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Talang Donok, Hardi Hadid, menyambut baik Koperasi Merah Putih. Tetapi Hardi menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan resmi terkait regulasi pembentukan koperasi tersebut.
“Program ini memang datang dari pusat dan sedang disosialisasikan oleh Gubernur dan Bupati ke kepala-kepala desa, namun belum ada instruksi jelas untuk masyarakat. Masih dibahas apakah akan dimasukkan ke dalam BUMDes atau berdiri sendiri sebagai koperasi murni,” ujar Hardi, Kamis (24/4/2025) pagi kepada repoeblik.com.
Menurut Hardi, ada banyak pertimbangan yang harus dikaji terlebih dahulu, seperti jumlah anggota, struktur kepengurusan, dan kesiapan masyarakat, baik dari dalam desa maupun luar desa, untuk memanfaatkan program Koperasi Merah Putih secara optimal.
Apresiasi Inisiatif Gubernur Usulkan Bengkulu Jadi Pelopor
Sementara itu, dukungan terhadap Koperasi Merah Putih terus mengalir dari berbagai penjuru. Penjabat Kepala Desa Talang Baru II, Ruslan, S.Pd., bahkan menyampaikan apresiasi langsung atas inisiatif Gubernur Helmi Hasan yang mengusulkan Bengkulu sebagai pelopor program ini kepada Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi.
Menkop Budi Arie Resmi Buka Musdesus Serentak
Di sisi lain, Menkop Budi Arie secara resmi membuka pelaksanaan Musdesus pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih serentak di 1.341 desa se-Provinsi Bengkulu secara daring, Rabu (23/4/2025). Dalam keterangannya, Budi menegaskan pentingnya musyawarah desa sebagai pondasi utama berdirinya koperasi agar tidak menjadi koperasi “papan nama” yang hanya aktif di atas kertas.
“Musdesus ini harus melahirkan koperasi yang benar-benar aktif dan menjawab persoalan desa seperti rentenir, pinjol, dan tengkulak,” jelas Budi, dikutip dari detiksumbagsel, Rabu (23/4).
Dengan semangat gotong royong, Pemerintah berharap program Kopdes/Kel Merah Putih dapat menjadi solusi nyata atas persoalan kemiskinan dan perekonomian desa. Namun seperti disampaikan oleh Pjs Kades Talang Donok, kunci utama keberhasilan program ini adalah kejelasan regulasi dan kesiapan masyarakat desa.





