Pojok Ekonomi
Oleh : Riswan
Mahasiswa Pasca Sarjana FEB UNIB Konsentrasi Perencanaan Pembangunan
PERTUMBUHAN ekonomi Provinsi Bengkulu sebesar 4,84% pada triwulan I 2025 menunjukkan sinyal positif di tengah tekanan ekonomi global. Sektor Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial tumbuh paling tinggi (9,53%), mencerminkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap layanan dasar pasca pandemi.
Namun, tantangan tetap nyata, terutama kontraksi tajam pada sektor konstruksi sebesar -10,55% yang turut menyebabkan perlambatan ekonomi kuartalan (-2,27%). Ini menandakan kebutuhan mendesak untuk mempercepat proyek-proyek infrastruktur yang tertunda, sekaligus memastikan iklim investasi yang kondusif bagi sektor riil.
Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan hingga 8%, Bengkulu perlu melakukan transformasi fiskal berbasis potensi lokal. Optimalisasi sektor pariwisata berbasis alam dan budaya, percepatan digitalisasi UMKM, serta hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan seperti kopi dan sawit, dapat menjadi mesin baru PAD. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat basis perpajakan dengan integrasi data pelaku usaha dan aset daerah, serta mendorong kerja sama investasi berbasis BUMD yang dikelola profesional dan akuntabel.














