Mahasiswa Bengkulu Gelar Aksi dan Sempat Memanas, Ini Tuntutannya
Mahasiswa Bengkulu Gelar Aksi dan Sempat Memanas, Ini Tuntutannya

Mahasiswa Bengkulu Gelar Aksi dan Sempat Memanas, Ini Tuntutannya

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (24/2). Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib), Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Universitas Dehasen (Unived), dan Universitas Hazairin (Unihaz) menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.

Demonstrasi ini diikuti oleh berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Mereka mengkritisi sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat serta meminta pengawasan ketat terhadap program pemerintah.

Mahasiswa Menyuarakan Tuntutan di Depan DPRD Bengkulu

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengamanan ketat dari ratusan aparat kepolisian dari Polda dan Polres Bengkulu. Pihak keamanan memasang kawat berduri serta pagar betis di sekitar gerbang DPRD untuk mengantisipasi eskalasi massa.

Dalam orasinya, mahasiswa menyanyikan lagu “Bayar Bayar Bayar”, lagu kritik yang tengah viral dan dianggap menyentil kebijakan pemerintah serta institusi kepolisian.

Para mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:

  1. Menolak Efisiensi Anggaran
    Mahasiswa menilai kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat dapat berdampak negatif bagi masyarakat. Mereka meminta transparansi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
  2. Mendesak Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
    Program makan bergizi gratis yang telah digulirkan pemerintah dinilai perlu diawasi agar tidak terjadi penyimpangan dalam implementasinya.
  3. Menolak Pergantian Julukan Bengkulu
    Mahasiswa juga menolak rencana Gubernur Bengkulu terpilih yang ingin mengubah julukan Provinsi Bengkulu dari “Bumi Rafflesia” menjadi “Bumi Merah Putih”. Mereka menilai pergantian julukan ini tidak memiliki urgensi yang jelas dan dapat menghilangkan identitas Bengkulu sebagai daerah asal bunga langka Rafflesia Arnoldii.

Situasi Memanas, Mahasiswa Nyaris Robohkan Pagar DPRD

Ketegangan terjadi saat mahasiswa berusaha merobohkan pagar besi DPRD karena tidak ada satupun anggota dewan yang menemui mereka. Diketahui, anggota DPRD Bengkulu saat ini tengah menjalani masa reses, sehingga tidak berada di kantor.

Dalam aksi yang semakin memanas, mahasiswa juga membakar ban di tengah jalan sebagai bentuk protes atas lambatnya respon pemerintah terhadap tuntutan mereka.

Pihak kepolisian yang berjaga terus berupaya menenangkan massa agar situasi tetap terkendali. Hingga berita ini diturunkan, demonstrasi masih berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *