Alaku

Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen Turun ke Lokasi, Banjir Bandang Rendam Empat Kecamatan

Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, turun langsung meninjau lokasi banjir bandang yang merendam sedikitnya empat kecamatan dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, bahkan di beberapa titik hampir menyentuh plafon rumah warga, Minggu (5/4/2026).

Lebong – Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, turun langsung meninjau lokasi banjir bandang yang merendam sedikitnya empat kecamatan dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, bahkan di beberapa titik hampir menyentuh plafon rumah warga, Minggu (5/4/2026).

Banjir terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Lebong Utara, Uram Jaya, Amen, dan Lebong Tengah. Sejumlah wilayah lainnya juga terdampak dengan kondisi arus deras yang membahayakan keselamatan warga dan harta benda.

Salah satu warga terdampak, Andika Ruslianda, menyebut air masuk ke rumahnya hingga setinggi dada orang dewasa. Derasnya arus bahkan sempat menyeret kendaraan miliknya.

“Air sangat deras, satu mobil saya hampir hanyut. Beruntung bisa diselamatkan warga, meski sempat terbawa beberapa meter. Namun satu sepeda motor belum ditemukan hingga sekarang,” ujar Andika saat dihubungi, Senin (6/4/2026) dini hari.

Di tengah kondisi tersebut, Carles Ronsen bersama sejumlah anggota DPRD terlihat meninjau langsung beberapa titik terdampak untuk memastikan kondisi warga dan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kita sangat prihatin dan turut merasakan kedukaan masyarakat yang terdampak banjir ini,” kata Carles.

Ia menegaskan, meskipun banjir serupa kerap terjadi, upaya mitigasi dan penanganan ke depan harus diperkuat agar dampak bencana bisa diminimalkan.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius. Kita akan dorong pemerintah daerah meningkatkan upaya penanggulangan agar kejadian serupa bisa diminimalisir,” ujarnya.

Menurutnya, bencana memang tidak dapat diprediksi, namun langkah antisipasi dan pengurangan risiko harus terus ditingkatkan.

“Musibah tidak bisa diduga, tapi yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir risiko ke depan,” tegasnya.

Hingga kini, warga di sejumlah wilayah masih melakukan pembersihan pascabanjir, sementara sebagian lainnya masih berupaya mencari barang yang hanyut terbawa arus deras.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan