Keluarga Mpok Alpa Siapkan Gugatan Dugaan Penggelapan Rp 2,1 Miliar oleh Manajer Lama
Ajie juga membantah isu yang menyebut T memiliki hubungan keluarga dengan Mpok Alpa. Ia menegaskan keterlibatan T bermula dari inisiatif pribadi.
“Tidak ada hubungan saudara. Dari awal bukan dia yang cari job buat almarhum, tapi dia yang datang. Almarhum orangnya kasihan, dimanfaatin,” tegas Ajie.
Sebagai bentuk tanggung jawab, T disebut sempat menjaminkan sebuah rumah. Namun nilai jaminan tersebut dinilai jauh dari total kerugian.
“Terakhir dia menjaminkan rumah. Tapi harganya sekitar Rp 600 jutaan. Jauh, masih kurang sekitar Rp 1,5 miliar lagi,” kata Ajie.
Rumah yang berada di wilayah Tangerang itu diketahui dalam kondisi kosong. Ajie menegaskan jalur hukum dipilih karena tidak adanya itikad baik hingga almarhumah meninggal dunia.
“Kita sudah musyawarah secara kekeluargaan, tapi tidak ada itikad baik. Sampai almarhum meninggal pun dia tidak datang. Kalau orang benar kan datang, musyawarah, ini nggak,” ujar Ajie.
Zaki menutup dengan menegaskan bahwa upaya hukum tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi masa depan anak-anak Mpok Alpa.






